Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Muslim Jerman Dinilai Terlalu Agresif Sebarkan Alquran

Rabu 11 Apr 2012 20:17 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Djibril Muhammad

Muslim Jerman

Muslim Jerman

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN - Usaha Muslim Jerman untuk mendistribusikan 25 juta kopi Alquran berbahasa Jerman di seluruh negeri mendapat kecaman dari partai konservatif. Oleh mereka, tindakan Muslim Jerman dianggap sebagai gangguan terhadap perdamaian antar umat beragama.

"Memang tidak memiliki motif tertentu. Akan tetapi jika memungkinkan, sebaiknya tindakan agresif itu harus dihentikan," ungkap anggota Partai Uni Demokrat Kristen, Krings Gunter, seperti dikutip thelocal.de, Rabu (11/4).

Muslim Jerman mengampanyekan penyebaran Alquran ini dengan maksud untuk mempromosikan Islam kepada masyarakat Jerman. Harapannya, melalui distribusi Alquran ini akan terbagun semacam dialog sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman tentang Islam di mata masyarakat Jerman.

Kampanye ini merupakan hasil sumbangan dari Muslim Jerman dan bantuan orang-orang kaya di Jerman. Sejauh ini, lebih dari 300 ribu mushaf Alquran telah disebarluaskan di seluruh negeri. Masyarakat Jerman juga dipersilakan untuk memesan mushaf secara gratis.

Tidak seperti Prancis, Muslim Jerman relatif lebih tenang dalam menjalani aktivitasnya. Namun, pernyataan Kanselir Angela Merkel terkait kegagalan Jerman menciptakan masyarakat majemuk sempat membuat Muslim patah arang. Akan tetapi Presiden Jerman, Christian Wulff meredakan situasi dengan menyebut Islam merupakan bagian dari Jerman.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA