Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Mengenal Kehidupan Muslim di Kepulauan Cocos

Selasa 21 Feb 2012 20:13 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Heri Ruslan

Kepulauan Cocos

Kepulauan Cocos

Foto: nature-hd.com

REPUBLIKA.CO.ID, COCOS KEELING --  Sedikit orang yang tahu keberadaan wilayah jajaran kepulauan Cocos di peta dunia. Sebenarnya kepulauan Cocos ini berada lebih dari lima mil laut barat daya pulau Jawa. Kepulauan Cocos Keeling masuk dalam teritorial Australia yang terdiri dari 2 atol dan 27 kepulauan koral.

Menarik, di kepulauan Cocos ini mayoritas penduduknya adalah melayu dengan beragama Islam. Sebagian besar penduduk asli kepulauan yang berada di Samudera Hindia ini memiliki kesamaan dengan warga melayu Islam di Indonesia. Mereka telah hidup di pulau terisolasi ini lebih dari sepuluh generasi.

Diperkirakan awal mula penduduk melayu Cocos ketika perdagangan Islam di Hindia timur mulai berkembang di wilayah Nusantara. Hingga saat ini kesetiaan mereka terhadap Islam, tradisi dan bahasa melayu masih tetap mereka pegang hingga kini. Uniknya motto kepulauan ini adalah 'Maju Pulau Kita', sama seperti bahasa melayu dan Indonesia.

Pada tahun 2007, jumlah penduduk di pulau ini tidak lebih 1.000 jiwa. Populasi penduduk terbagi dalam dua pulau di wilayah barat 'west island' dengan penduduk berjumlah lebih dari 150 jiwa dan 'home island' yang berjumlah kurang lebih 500 jiwa. Kedua wilayah ini masyarakatnya berbudaya dan berbahasa pengantar melayu dan Inggris.

Kepulauan Cocos ini adalah surga bagi penikmat pulau tropis, dengan perairan biru dari Samudra Hindia. Kepulauan Cocos Keeling adalah sekelompok pulau karang yang membentuk dua atol. Hanya dua dari 27 pulau yang dihuni, sisanya belum pernah dijelajahi. Ini Kepulauan Cocos membuat sebagai surga liburan pulau tropis bagi penikmat snorkeling, dan penyelaman kelas dunia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA