Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Masjid Juma, Masjid Tertua di Kaukasus Utara

Jumat 17 Feb 2012 20:16 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Hafidz Muftisany

Masjid Juma di wilayah Republik Dagestan, Rusia

Masjid Juma di wilayah Republik Dagestan, Rusia

Foto: muslimtoday

REPUBLIKA.CO.ID, DAGESTAN - Derbent adalah salah satu kota tertua di wilayah Republik Dagestan, Rusia. Kota yang memiliki sejarah panjang Islam di pegunungan Kaukasus. Sejarah panjang kota Derbent berkaitan dengan misi Islam yang berhasil menaklukkan Iran pada abad ke-7 masehi.

Setelah Islam menguasai wilayah Persia dan pegunungan kaukasus, dibawah komando Pemimpin Islam, Dagestan kemudian menjadi pusat penyebaran Islam di wilayah Kaukasus Timur laut. Termasuk wilayah Turki, Azerbaijan dan Rusia.

Pada tahun 733, tujuh masjid dibangun di wilayah ini. Salah satunya adalah Masjid Juma, masjid tertua yang hingga saat ini masih berdiri kokoh. Masjid Juma yang dibangun pada 115 Hijriah atau 733 masehi. Jasa Masjid ini luar biasa besar dalam melahirkan ulama-ulama muslim yang mendakwahkan Islam ke wilayah Rusia dan Kaukasia.

Para Masjid Juma terletak di tengah kota lama Derbent, yang telah menjadi ikon dari arsitektur kota kuno ini. Kelompok bangunan masjid juga terdiri dari madrasah dan beberapa rumah di mana para ulama tinggal.

Hingga 1300 tahun setelah berdirinya masyarakat masih bisa menikmati struktur asli dari masjid ini. sayangnya, perubahan politik menjadi sejarah kelam fungsi masjid sebagai tempat ibadah, pada tahun 1930 ketika Uni Soviet (USSR) menguasai wilayah ini.

Pemerintah Soviet yang komunis menjalankan kampanye anti agama. Pada tahun 1938, polisi rahasia Soviet (NKVD) menanggalkan semua atribut keislaman di Masjid Djuma dan menjadikan masjid sebagai penjara kota.

Namun, pada 1943 pemerintah Soviet mulai membuat keputusan lunak, dengan membolehkan umat Islam menjadikan kembali Masjid Juma seperti fungsi aslinya sebagai tempat beribadah kembali.

Saat ini, Masjid Djuma tetap berdiri dengan arsitektur aslinya dengan taman dan pohon rindang di lokasi masjid. Empat pohon besar berada disamping bangunan bermenara dan kubah ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA