Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Inovasi Rancang Bangun di Madrasah Karatay

Rabu 20 Mar 2019 14:14 WIB

Red: Agung Sasongko

Skema dekorasi pada madrasah karatay.

Skema dekorasi pada madrasah karatay.

Foto: muslimheritage.com
Madrasah Karatay dikenal karena penggunaan rancangan pendetive.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- R A Jairazbhoy dalam An Outline of Islamic Architecture, mengungkap lahan yang ada tak terlalu luas. Namun, justru inilah yang menjadi pintu masuk keindahan Madrasah Karatay.

Rancangan ini menunjukkan fitur asli dari bangunan-bangunan di Anatolia dan dilestarikan dalam arsitektur era Kekaisaran Turki Usmani. Menurut Jairazbhoy, Madrasah Karatay juga dikenal karena penggunaan rancangan pendetive.

Baca Juga

Ini merupakan kerangka yang berfungsi untuk menyangga kubah-kubah besar. Penggunaan pendetive ini berasal dari Suriah dan bisa dilihat pula pada  bangunan di Aleppo, yaitu Makam Ibrahim yang dibangun oleh Emir Nur Al Din pada 1168 Masehi dan Madrasah Shad Bakh.

Di masa selanjutnya, pendetive ini menjadi elemen yang sangat penting dari perkembangan arsitektur Turki Usmani. Pada pendetive itu tertoreh tulisan yang berisi nama-nama para rasul yang terkenal, seperti Muhammad SAW, Isa AS, Musa AS, Ibrahim AS, dan Nuh AS.

Skema dekoratif lainnya berupa ayat-ayat Alquran di bagian kaki kubah yang ditulis dalam bentuk kaligrafi Kufi dengan warna emas. Sementara itu, bagian ketiga dari bangunan Madrasah Karatay adalah keberadaan sejumlah kamar berukuran kecil yang ada di sekitar ruang utama.

Kamar itu diperuntukkan bagi para siswa yang belajar dan tinggal di Madrasah Karatay. Kamar dibangun di sepanjang sisi mengelilingi ruang utama. Ada tiga hingga empat kamar pada setiap sisi ruang utama yang dilengkapi hiasan dan mebel agar nyaman bagi siswa madrasah.

Sementara itu, di sebelah selatan madrasah terdapat portal utama. Portal ini terdiri atas bola batu berwarna putih dan abu-abu yang disusun dalam pola geometris berbentuk empat persegi panjang dan garis berpotongan yang sangat mirip skrip Kufi.

Skema yang sama juga diterapkan pada hiasan lengkungan pintu. Para seniman yang menghias madrasah itu, diyakini telah membuat atau setidaknya mempelajari portal yang terdapat pada Masjid Al Din, yang dibangun antara 1156 hingga 1220 di daerah dekat Konya.

Sumber : Mozaik Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA