Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Setiap Warga Afganistan Belajar di Masjid Sewaktu Muda

Senin 11 Dec 2017 18:51 WIB

Rep: Marniati/ Red: Agung Sasongko

Salah satu masjid di Kabul, Afganistan.

Salah satu masjid di Kabul, Afganistan.

Foto: Setkab

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Afghanistan (Da Afghanestan Jamhawriyat, Republik Afghanistan) merupakan negara republik di Asia Tengah yang berbatasan dengan Turkmenistan, Uzbekistan, dan Tajikistan di utara, Cina di timur laut, Pakistan di timur, dan selatan, serta Iran di barat.

Dalam Ensiklopedi Islam dijelaskan penduduk Afganistan sebagian besar adalah campuran dari berbagai bangsa pendatang, seperti Persia, Arab, Turki, Mongolia, dan Asia lain.

Terdapat 20 etnis dengan bahasa dan kebudayaan yang berbeda, tetapi dipersatukan oleh bahasa resmi Pushtun (Pathan) dan Dari (Persia). Kelompok Etnis terbesar adalah Pushtun dan Tadzik. Gabungan keduanya sekitar 70 persen dari seluruh penduduk

Hampir seluruh penduduk Afghanistan (99,8 persen)  menganut agama Islam, dan hampir seluruhnya Suni. Islam sangat berpengaruh dalam segala aspek kehidupan mereka karena Islam adalah agama resmi negara. Dan bila ini terusik, rakyat akan gusar, terlihat dalam perjuangan panjang Mujahidin (gerilyawan muslim) untuk menentang pemerintah yang prokomunis.

Potret lain yang menggambarkan kuatnya Islam di negara yang beribukotakan Kabul ini adalah peran sentral masjid. Masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai tempat tinggal untuk para tamu, tempat pertemuan, tempat perayaan keagamaan serta sekolah.

Hampir setiap warga Afghanistan pernah belajar di masjid pada masa mudanya. Bagi banyak orang bersekoah di masjid  adalah satu-satunya pendidikan formal yang mereka terima.

Mullah (ulama) yang memimpin di masjid biasanya ditunjuk oleh pemerintah setelah berkonsultasi dengan komunitas mereka. Mullah digaji pemerintah. Walaupun menerima bantuan dana dari pemerintah, kehidupan mullah juga sangat bergantung dari sumbangan masyarakat termasuk tempat tinggal dan sebagian dari hasil panen.

Para mullah sudah pasti harus memiliki ilmu di bidang Alquran, hadis, dan syariah. Mullah juga bertanggung jawab memberikan materi di kelas pendidikan agama yang diselenggarakan masjid-masjid, tempat anak-anak belajar nilai-nilai moral dan praktik ritual yang benar.

Peran mereka memiliki aspek sosial tambahan untuk memimpin beberapa ritual seperti kelahiran, perkawinan, dan kematian.

Nilai-nilai Islam juga diterapkan orang tua dalam kehidupan keluarga. Mengajarkan anak-anak mereka nilai-nilai Islam merupakan tanggung jawab orang tua untuk menjaga kehormatan keluarga. Nilai-nilai Islam juga diterapkan oleh masyarakat Afghanistan untuk berinteraksi di kehidupan sosial.

Pemujaan terhadap tempat-tempat suci ditentang oleh beberapa kelompok Islam. Namun demikian, di Afghanistan masih terdapat beberapa makam untuk menghormati orang-orang kudus. Setiap tahunnya, diadakan perayaan meriah di makam.

Perayaan ini menarik minat ribuan peziarah dan menyatukan semua bagian masyarakat. Peziarah juga mengunjungi tempat-tempat suci untuk mencari syafaat. Seperti memperoleh kesembuhan atau kelahiran anak laki-laki. Perempuan secara khusus ditunjuk untuk kegiatan yang berhubungan dengan makam.

Sebelum kedatangan Islam pada abad ke-7, ada beberapa agama yang dipraktikkan di Afghanistan kuno. Termasuk Zoroastrianisme, ibadah surya, Paganisme,  Hindu, dan Buddha.

Zoroastrianisme menjadi agama daerah yang begitu dominan bagi kaum Afghanistan kuno. Bahkan, Zoroastrianisme memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan warga Afghanistan saat itu.

Secara historis, tentara Arab Muslim memasuki wilayah itu pada peralihan abad ke-8 Masehi. Banyak kerajaan Muslim muncul di wilayah itu pada abad-abad berikutnya dan memperluas wilayah Islam hingga ke Asia Tengah dan Selatan.

Islam masuk ke Afghanistan sejak masuknya Ashim bin Umar at-Tamimi pada masa khalifah Umar bin Khattab. Pada masa pemerintahan Usman bin Affan, Islam telah memasuki Kabul. Pada 870 M pengaruh Islam telah mengakar di seluruh negeri, terutama di  bawah penaklukan (futuhat) Mahmud Gaznawi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA