Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Pentingnya Nilometer Bagi Penguasa dan Masyarakat Mesir

Rabu 22 May 2019 20:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Nilometer yang berada di Pulau Rawda (Roda), Fustat, Mesir.

Nilometer yang berada di Pulau Rawda (Roda), Fustat, Mesir.

Foto: en.wikipedia.org
Nilometer Kairo digunakan untuk mengatur distribusi air serta untuk menghitung pajak.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pengukuran banjir dengan Nilometer menjadi hal yang penting bagi para penguasa, khalifah, dan masyarakat umum Mesir. Selama bulan-bulan di musim panas, Nilometer Kairo digunakan untuk mengatur distribusi air serta untuk menghitung pungutan dari pajak yang dibayar sebagai upeti oleh Mesir kepada para khalifah. 

Baca Juga

Karena pentingnya dalam menentukan kemakmuran daerah, Nilometer Kairo menjadi bintang dalam Festival Pembukaan Terusan Fath al- Khalij pada abad pertengahan yang berlangsung selama beberapa hari. Terusan Khalij dibuka ketika tingkat air Sungai Nil yang diukur Nilometer mencapai 16 hasta.

Ketika ketinggian air mencapai 16 hasta, banjir musim panas dari Sungai Nil digunakan untuk mengisi kanal. Selama festival, berbagai kapal akan menghiasi permukaan sungai. Festival itu disebut-sebut sebagai festival Kairo yang paling spektakuler. Namun, festival tersebut bukan perayaan tahunan.

Ketika permukaan air Sungai Nil tidak mencapai 16 hasta, perayaan dibatalkan, dan diganti dengan doa dan puasa bersama yang diharapkan dapat menangkal kekeringan dan kelaparan. Catatan lengkap ketinggian air Sungai Nil dari Nilometer inilah yang membuatnya unik dan menjadi bahan penelitian berbagai ilmuwan sejak awal abad ke-20.

Data yang dikumpulkan dari Sungai Nil telah memacu pengembangan seluruh bidang matematika bersaman dengan bidang statistik yang berkaitan dengan memori masa lampau. Ahli hidrologi Mesir Omar Toussoun yang telah mengumpulkan data ketinggian air Sungai Nil dari tahun 611 sampai 1921 mengatakan, terdapat suatu kurun waktu yang luar biasa dari sejarah kadar air minimum dan maksimum Sungai Nil. Lalu, ahli statistik dari Imperial College, London, Brandon J Whitcher, mempelajari variasi permukaan air Sungai Nil dari tahun 622 M hingga 1284 M. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA