Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Teknologi Qanat di Jalur Sutra

Selasa 26 Mar 2019 18:36 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Agung Sasongko

Sistem qanat di Iran

Sistem qanat di Iran

Foto: unesco.org
Qanat juga ditemukam di Afganistan hingga Xianjiang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Qanat juga ditemukan di Afghanistan, terutama di Jalur Sutra Asia Tengah hingga Cina bagian barat. Xinjiang, memiliki sejarah penting sebagai pemberhentian utama rute perdagangan dari barat. Dengan kondisi wilayah yang dikelilingi pegunungan dan terletak di ketinggian, Xinjiang mengalami ketertinggalan dalam hal irigasi. Padahal sejatinya, Xinjiang merupakan tempat paling ideal untuk membuat sistem irigasi yang disebut qanat ini.

Sejak kekuasaan Dinasti Han, keberadaan qanat yang lebih akrab mereka disebut karez, menjadi sumber air untuk penduduk maupun kafilah yang lewat atau seksdar menginap. Karez Xinjiang cukup unik dibandingkan wilayah lain di dunia karena mereka sejatinya telah mengalami pertumbuhan dalam sistem pengairan sejak abad ke-19.

Baca Juga

Dalam sebuah peristiwa pada 1845, seorang pejabat dan cendekia wan yang dianggap sebagai panutan Pemerintah Tiongkok, Lin Zexu dijadikan kambing hitam untuk serangan militer Inggris di sepanjang pantai Cina. Akhirnya Lin dibuang ke Xin jiang, dan tinggal di Turpan, wilayah barat laut Xinjiang.

Saat menetap di sana, Lin akrab dengan teknologi karez, dan mulai mempromosikan serta menyebarkannya ke luar Turpan. Usahanya menulai hasil, dan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.

Pada 1944, Turpan telah memiliki sekitar 379 karez, yang jika digabungkan, panjangnya mencapai 2.500 kilometer, atau sama dengan jalur air buatan terpanjang di dunia, Grand Canal yang mengalirkan air dari Beijing menuju Hangzhou. Saat ini panjang total karez di sana telah bertambah dua kali lipat, dan terdapat lebih dari 1.000 karez di Turpan.

Dari Iberia ke Cina, qanat telah menghidupkan pertanian dan mengembangkan peradaban di banyak negeri gersang. Meski qanat di Iran dan Afrika Utara kini mulai menurun, sistem pengairan itu masih memainkan peran penting di sana, seperti yang terjadi di barat laut Cina.

Qanat masih tertanam kokoh di bawah tanah dan mengalirkan air yang berharga dengan aman tanpa khawatir menguap akibat paparan matahari. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA