Rabu, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 Februari 2019

Rabu, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 Februari 2019

Asrama Sufi Itu Bernama Khanqah

Jumat 08 Feb 2019 18:18 WIB

Red: Agung Sasongko

Tarian sufi (ilustrasi).

Tarian sufi (ilustrasi).

Foto: trekearth.com
Istilah 'khanqah' merujuk pada lembaga pusat pengajaran berasrama kaum sufi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Istilah 'khanqah' merujuk pada lembaga pusat pengajaran berasrama bagi kaum sufi. Lembaga ini muncul di Iran bersamaan dengan formalisasi kegiat an sufi pada abad kesepuluh atau akhir abad kesebelas. Du kungan para penguasa terhadap lem baga ini meluas dan melahirkan patro nase dalam pembangunan khanqah, ter masuk bantuan finansial dan makanan bagi para sufi yang tinggal di sana.

Pada periode berikutnya, khanqah mengembangkan fungsi ritual dan se bagai pu sat kegiatan, semisal mendengarkan syair atau musik serta menyelenggarakan zikir. Se bagian guru sufi dimakamkan di khanqah hingga tempat ini diziarahi. Menurut Ensiklopedi Oxford Dunia Islam Modern, istilah 'khanqah' berasal dari bahasa Persia.

Istilah itu kemungkinan diturunkan dari kata yang bermakna tempat hunian (khanagah) bagi para sufi. Ada beberapa istilah lain yang berarti serupa, semisal "zawiyah", yang didasarkan pada kata ba hasa Arab "zawa" dengan arti "me ngontrak, bersama-sama, ber kumpul, dan menyembunyikan diri". Di samping itu, ada "ribath" yang pada asalnya meng acu pada suatu benteng atau kubu terdepan pembelaan iman.

Dalam konteks sufi, istilah itu berhubungan dengan tempat perjuangan para sufi melawan hasrat diri yang rendah. Di Mesir, ketika Dinasti Mamluk berkuasa, ribath berfungsi sebagai tempat penga singan para sufi dan tunawisma, baik laki-laki maupun perempuan. Dikenal pula tekke (bahasa Turki) atau takiyah (bahasa Arab dan Persia).

Tekke digunakan berhubungan dengan institusi sufi, tepatnya asrama para darwis di Turki dan bagian-bagian lain di wilayah Dinasti Usmaniyah. Keberadaan khanqah ini tersebar di beberapa wilayah Muslim. Di Pakistan, saat ini fungsi khanqah sebagai tempat untuk memberi pengajaran pada pengikut baru sebuah tarekat telah hilang.

Dalam banyak hal, bangunan itu di ubah menjadi sekolah berasrama yang memiliki kurikulum madrasah standar. Umur siswa di sana umumnya masih sa ngat muda. Mereka belajar di tempat tersebut lebih didasarkan pada rasa ke dermawanan daripada untuk memperoleh tuntunan spiritual. Ini akibat turunnya karisma guru sufi dan tuntunan agar pendidikan menghasilkan hal produktif secara ekonomi.

Di Turki, tekke sufi klasik yang ada di sa na bersifat umum tanpa afiliasi terha dap ta rekat tertentu. Bahkan, tekke sering berubah fungsi menjadi madra sah, ber pindah tempat, atau berubah afilia sinya bergantung pada peruntungan nasib syekhnya. Pada 1870, Istanbul me miliki 1.826 tekke dari ber bagai tarekat, tapi sebagian besar adalah Naqsya ban diyah.

Meski pada 1925 Turki menutup tek ke-tekke itu, aktivitas sufi tetap berlangsung dengan cara tak melibatkan publik. Belakangan, kegiatan sufi mengalami ke bangkitan kembali di Turki. Di Kairo, Mesir, penyebaran tasawuf pada abad ke-14 mulai me nanggalkan peran kha nqah yang berguna untuk mengasingkan diri. Pada saat yang sama, masjid dan madrasah membuka pintunya bagi prak tik sufi.

Khanqah di Kairo pada umumnya di bangun untuk sufi yang berasal dari luar Mesir, yang menetap di sana serta memperoleh perlindungan serta bantuan res mi. Sedang kan, zawiyah didirikan atas permintaan se orang pelindung bagi pe mim pin sufi tertentu. Tempat ini dijadi kan titik pertemuan antara pemimpin su fi itu dan murid-muridnya.

Pada akhir masa kekuasaan Mam luk, istilah 'khanqah' memudar yang di se babkan oleh kemunduran sufisme. Gan ti nya, zawiyah kian populer. Semen tara di bagian-bagian Afrika, seperti Libya, Sudan, dan Somalia, lem baga mi rip khanqah yang lebih dikenal dengan nama zawiyah atau jamaat ber mun culan pada abad kesembilan.

Di Iran, peran sufisme dan kompleks-kompleks sufi meningkat pesat pada abad ke-14. Kala itu, ritus sufi terlembagakan serta hubungan sufi dengan pemerintah sangat penting. Pada perio de pemerintahan Qajar, terlihat peningkatan pesat pembanguna khanqah Tarekat Ni'matullahiyah. Tarekat ini juga membangun khanqah di sejumlah kota di Amerika, Eropa, dan bagian dunia lain nya.

Sumber : Dialog Jumat Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES