Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Tantangan Pertanian di Semenanjung Arabia

Kamis 06 Dec 2018 19:39 WIB

Red: Agung Sasongko

Wadi Jizan di Arab Saudi.

Wadi Jizan di Arab Saudi.

Foto: panoramio.com
Air merupakan faktor yang penting di bidang pertanian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Air merupakan faktor yang penting di bidang pertanian. Namun, curah hujan di sebagian besar wilayah Semenanjung Arabia merupakan hal yang langka bahkan di beberapa daerah tidak ada.

Di al-Hasa dan Qatif, misalnya, hampir semua air berasal dari akuifer, yaitu bebatuan permeabel dan berpasir yang mengandung air dan terletak di kedalaman antara 300 hingga 1.400 meter di bawah tanah. Akuifer di dua tempat tersebut menjadi sumber air utama di Semenanjung Arabia.

Di Asir, wilayah selatan Semenanjung Arabia, hujan deras pernah mengguyur dataran pantai Tihama selama berabad-abad. Tidak jauh, di sana juga terdapat Wadi Jizan yang berukuran seribu meter panjangnya dan lebar 133 meter, dengan kapasitas penyimpanan maksimum 18 miliar galon air.

Baca: Pertanian di Tanah Tandus Arabia

Runtuhnya bendungan Wadi Jizan membuat tanaman luluh lantak, bahkan menenggelamkan ternak serta menghancurkan rumah-rumah. Selain berfungsi untuk mengumpulkan dan menyimpan air, Wadi Jizan kemudian dikembangkan menjadi daerah pertanian.

Sorgum menjadi tanaman pangan utama dan menjadi sumber pakan ternak. Tidak hanya itu, kapas pun dikembangkan juga jagung, kacang tanah, tebu, dan buah-buahan eksotis, seperti pepaya dan mangga. Pembibitan pohon eucalyptus dan pohon tamariska juga dikembangkan.

Ketika pencarian minyak mulai dilakukan dan teknologi pengeboran modern mulai muncul, terjadi perubahan dalam pertanian tradisional yang kemudian mengubah pola konsumsi di Semenanjung Arabia.

Dan hari ini, dengan pendapatan dari minyak yang lebih tinggi, pemerintah setempat mulai mendedikasikan untuk meningkatkan hasil pertanian sehingga perubahan pola pertanian pun terjadi. '

'Tidak ada tempat di dunia yang pemerintahnya lebih banyak memberi dukungan kepada petani,'' kata seorang peternak Irlandia yang bekerja di Riyadh.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES