Tuesday, 11 Rabiul Akhir 1440 / 18 December 2018

Tuesday, 11 Rabiul Akhir 1440 / 18 December 2018

Mengenal Lebih Dekat Anggota Kongres AS Perempuan Berhijab

Sabtu 17 Nov 2018 06:06 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

Ilhan Omar.

Ilhan Omar.

Foto: AP
Ilhan Omar, Muslimah keturunan Somalia itu terpilih menjadi anggota kongres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pekan lalu menjadi momen tak terlupakan bagi Ilhan Omar. Muslimah ke turunan Somalia itu terpilih menjadi anggota Kongres Amerika Serikat dari distrik kelima, Minnesota. Terpilihnya Omar menorehkan sebuah sejarah baru, Dia menjadi anggota DPR AS perempuan pertama yang berhijab.

"Kita memulai kampanye ini untuk membuktikan bahwa kita telah siap dan ingin memperjuangkan bahwa Amerika milik kita semua. Untuk setiap anggota staf, sukarelawan, dan pemilih, kemenangan ini milik kita semua. Bersama-sama, kita akan menggerakkan distrik, negara, dan bangsa kita ke depan," ujar Omar dalam unggahan Twitter-nya seusai pengumuman kemenangannya dilakukan.

Omar lahir di Somalia, 4 Ok tober 1981. Bersama keluarganya, Omar melarikan diri dari perang saudara di tanah kelahirannya. Ia bahkan, sempat menghabiskan masa kecilnya selama empat tahun di Kamp Utango, dekat kota pesisir Kenya Mombasa.

Sebelumnya, Omar pernah tinggal di kamp Da daab yang luas. Saat itu kamp dibuka untuk menerima pengungsi perang sipil. Ketika kemenangan Omar diumumkan, penduduk Da daab pun ikut merayakannya. Banyak di antara warga Dadaab mengingat Omar pernah tinggal di sana 30 tahun yang lalu.

Dilansir dari The Guardian, Omar pernah menceritakan penerbangannya dari Somalia. Saat itu para anggota milisi bersiap menyerang rumahnya di Moga dishu pada tengah malam. Kera bat perempuannya yang lebih tua pun meyakinkan me reka untuk pergi dan meninggalkan keluarga ini dengan damai.

Seusai kejadian itu, Omar bersama keluarganya pun pergi meninggalkan rumah tersebut. Omar masih bisa mengingat per nah melalui jalanan yang dipe nuhi puing-puing dan mayat. Kamp Utango yang menjadi tem pat tinggal ia dan keluarganya berada di lokasi yang terisolasi. Sanitasinya pun terbatas. Omar bahkan harus mengumpulkan kayu bakar dan air untuk keluarganya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES