Rabu, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 Desember 2018

Rabu, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 Desember 2018

Kisah Sahabat Nabi yang Mencium Kepala Raja Romawi

Sabtu 17 Nov 2018 05:00 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi pasukan Romawi

Ilustrasi pasukan Romawi

Foto: Flickr
Kisah ini pun sampai di telinga Khalifah Umar bin Khattab.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ensiklopedi Salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi, adalah panglima kaum Muslimin yang saat itu diberangkatkan oleh Umar bin Khattab untuk ikut serta dalam pembebasan negeri Syam.

Ia diberi misi memerangi penduduk Kaisariah, sebuah kota benteng di wilayah Palestina, tepatnya di tepi Laut Tengah. Namun ia gagal dalam salah satu pertempuran. Dia pun tertangkap oleh tentara Romawi.

Dari salah satu tulisan Muhammad Amin Al-Jundi dalam buku Hiburan Orang-Orang Shalih, dikisahkan sosok Abdullah bin Hudzafah pun dibawa pulang oleh tentara tersebut menuju negeri mereka. Kepada raja Romawi mereka menyatakan bahwa ia adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad. Mendengar hal tersebut sang raja pun merasa memiliki kesempatan untuk menyakiti dan menyiksa kaum Muslimin.

Ia pun ingin melihat sosok Abdullah bin Hudzafah secara langsung. Ia ingin menguji seberapa kuat agama yang ia miliki dan ingin menjauhkannya dari agama Islam. Sang raja memulai dengan memberikan bujukan dan penawaran.

Kepada Abdullah bin Hudzafah ditawarkan berbagai pilihan yang menggiurkan, mulai sejumlah harta, dinikahkan dengan sang putri kerajaan, hingga seluruh harta dan kerajaan yang ia miliki. Sang raja berkata, "Apakah kamu mau memeluk agama Nasrani dan aku hadiahkan kepadamu setengah dari kerajaanku?"

"Seandainya engkau serahkan seluruh kerajaanmu dan seluruh kerajaan Arab, aku tidak akan meninggalkan agama Muhammad SAW sekejap mata pun," ujar Abdullah bin Hudzafah menjawab pertanyaan Raja Romawi. Raja Romawi pun berujar, "Kalau begitu, aku akan membunuhmu." Dan oleh Abdullah bin Hudzafah dijawab, "Silakan saja."

Sang sahabat pun dimasukkan ke dalam penjara dan sama sekali tidak diberi makan maupun minum selama tiga hari berturut-turut. Setelah itu ia ditawari segelas arak dan daging babi sebagai penawar dahaga dan lapar yang sudah ia jalani selama tiga hari. Jelas, Abdullah menolaknya. Selama beberapa hari ke depan, ia tidak menyentuh makanan dan minuman yang ada hingga ia hampir mati.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Mengenang Tragedi Rawagede Karawang

Selasa , 11 Des 2018, 23:21 WIB