Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Arti Nama Madinah

Rabu 10 Okt 2018 18:01 WIB

Rep: Syahruddin el-Fikri/ Red: Agung Sasongko

Salah satu sudut kota Madinah (ilustrasi).

Salah satu sudut kota Madinah (ilustrasi).

Foto: ROL/Sadly Rachman
Aspek kesejarahan kota Madinah memang sangat menarik diperbincangkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aspek kesejarahan kota Madinah memang sangat menarik diperbincangkan. Tetapi yang lebih menarik perhatian banyak kalangan, terutama pemerhati politik, adalah perubahan nama dari Yatsrib ke al-Madinah al-Munawwarah. Nurcholish Madjid (Cak Nur) pernah menelaah masalah ini.

Dalam artikelnya yang berjudul Islam dan Politik; Suatu Tinjauan atas Prinsip-Prinsip Hukum dan Keadilan, Cak Nur menuturkan, kebijakan Nabi SAW mengubah nama kota itu bukan perkara kebetulan. Di baliknya terkandung makna yang luas dan mendalam, yang mengubah model dan cara hidup masyarakat di Jazirah Arab.

Baca: Nama-Nama Indah Kota Suci Madinah

Secara kebahasaan, kata "madinah" berarti kota. Kata ini punya akar kata yang sama dengan kata din yang berarti agama. Kedua kata itu berasal dari tiga huruf yaitu "d-y-n" (dal-ya'-nun), yang bermakna dasar "patuh".

Dengan demikian, menurut Cak Nur, kedua kata mengajarkan sikap tunduk-patuh kepada Sang Maha Pencipta. Kepatuhan penuh pasrah kepada Yang Mahapencipta, dalam bahasa Arab disebut Islam, yang memiliki makna damai dan keselamatan.

Perkataan "Madinah" yang digunakan Nabi SAW untuk mengganti nama Yatsrib, jelas Cak Nur, menyiratkan semacam proklamasi atau deklarasi, bahwa di tempat baru itu hendak diwujudkan suatu masyarakat yang tunduk dan patuh kepada Allah SWT.

Secara sosial dan politik, sangat teratur atau berperaturan, sebagaimana mestinya sebuah masyarakat ideal.

Baca Juga: Yastrib dan Hijrahnya Nabi

“Maka madinah adalah pola kehidupan sosial yang sopan, yang ditegakkan atas dasar kewajiban dan kesadaran umum untuk patuh kepada peraturan atau hukum. Sistem yang dibangun merujuk kepada pola kehidupan teratur dalam lingkungan masyarakat yang disebut kota,” jelasnya.

Dalam konteks jazirah Arabia, lanjutnya, konsep peradaban itu terkait erat dengan pola kehidupan menetap (berbudaya) di suatu tempat sehingga suatu pola hidup bermasyarakat akan hadir (hadlarah, beradab) di tempat itu. Karena mereka hidup menetap dan teratur, maka kemudian melahirkan peradaban. Dan peradaban di Madinah adalah peradaban Islam.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA