Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Mengenal Suku Arab Paling Kuno

Jumat 05 Oct 2018 06:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Ilustrasi kafilah dagang di gurun pasir

Ilustrasi kafilah dagang di gurun pasir

Foto: saharamet.org
Amaliq termasuk dalam salah satu suku yang mendiami jazirah Arab paling awal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amaliq termasuk dalam salah satu suku yang mendiami jazirah Arab paling awal. Ahli sejarah menyebutkan, mereka merupakan Jurhum pertama. Jurhum pertama yang dimaksud, yakni suku bangsa Arab yang sudah musnah. Termasuk di dalamnya adalah kaum Ad dan Tsamud. Sedangkan, Jurhum kedua dinisbahkan kepada Jurhum al Qahtha niyah yang merupakan kerabat Ismail.

Dalam buku Sejarah Arab Sebelum Islam, Dr Jawwad Ali menjelaskan, Amaliq dinisbatkan kepada Amaliq bin Lawidz bin Sam bin Nuh. Amaliq merupakan leluhur suku Amaliqah. Dia adalah saudara kandung Thasam. Mereka merupakan komunitas besar yang terpencar-pencar di berbagai negeri. Di antara mereka ada yang menjadi penduduk Oman, Hijaz, Syam, dan Mesir.

Penduduk Oman dan Bahrain dikenal dengan nama Jasim yang disebut merupakan keturunan Amaliq. Penduduk Madinah termasuk bagian dari suku Amaliqah, seperti suku Bani Haff, Sa'ad bin Hazan, Bani Mathar, dan Bani al- Azraq. Pun dengan penduduk Najd, seperti suku Budail, Rahil, dan Ghifar, juga penduduk Taima.

Raja suku Amaliq dinamakan Al Arqam. Riwayat al Hamdani menyebutkan, dia hidup semasa dengan Nabi Musa AS. Amaliq berperang dengan Al Arqam. Dalam waktu tidak terlalu lama, tentara Nabi Musa berhasil membunuh al Arqam dan pengikut-pengikutnya dari kalangan penduduk Taima dan se jumlah suku Amaliqah lain di Hijaz.

Sebagian ahli sejarah menuturkan, dahulu Amaliq bermukim di wilayah yang sekarang bernama Shan'a. Kemudian, sebagian dari mereka berangkat menuju Yastrib dan mengusir suku Obail dari wilayah itu. Akhirnya, suku Obail berpindah ke Juhfah. Tidak lama kemudian, air bah datang menerjang mereka hingga mereka binasa.

Nabi Musa mengirim tentara untuk me merangi suku Amaliqah Yastrib. Tapi, kisah mengenai tentara Nabi Musa atau pe perangan itu tidak tercantum di Taurat.

Jawwad Ali menjelaskan, Amaliqah yang di bahas tersebut adalah suku Arab Shuraha. Mereka termasuk suku Arab paling kuno. Mereka berbicara dengan bahasa Mudhar. Bahasa yang digunakan semua bangsa Arab yang telah musnah.

Mereka adalah suku per tama yang berbicara dengan bahasa Arab ketika pergi meninggalkan Babilonia. Mereka dan sebagian di antara suku Jurhum dimasuk kan dalam daftar Al Arab al Aribah (Arab pribumi).

Nama Amaliq muncul dari sumber- sumber Yahudi. Taurat menyebutkan, kaum Amaliqah pertama kali mengadang bangsa Ibrani (Israel) ketika keluar dari Mesir menuju Palestina. Kemudian, Amaliqah memerangi mereka.Perang ini membuat mereka mengalami kerugian besar. Ini pun memberi rasa takut di hati mereka. Karena itu, Israel pun menaruh dendam kepada Amaliq.

Dendam itu terekam dalam ayat- ayat yang dikatakan Samuel kepada Saul, raja pertama dari kalangan Ibrani. Aku telah diutus Tuhan untuk melantik engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel. Oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman Tuhan. Aku akan membalas apa yang dilakukan Amaliq kepada Israel pada waktu ia mengalangi Israel keluar dari Mesir.

Sumber : Dialog Jumat Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA