Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Tiga Warisan al-Kindi

Rabu 04 Jul 2018 14:15 WIB

Rep: Marniati/ Red: Agung Sasongko

Al-Kindi (ilustrasi).

Al-Kindi (ilustrasi).

Foto: Etsu.edu
Al-Kindi dikenal sebagai bapak pelopor berbagai ilmu pengetahuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Al-Kindi memiliki nama lengkap Abu Yusuf Ya'qub bin Ishak Al- Kindi. Di dunia Barat ia dikenal dengan sebutan al-Kindus. Al-Kindi lahir pada 809 M di Kufah (sekarang Arab Saudi) dari keturunan suku Kindah, Arab Selatan. Selain sebagai filsuf muslim pertama, Al-Kindi juga dikenal sebagai bapak pelopor berbagai ilmu pengetahuan.

Hasil pemikirannya menginspirasi banyak ilmuwan. Selama abad ke-9 M, Kindi termasuk salah seorang yang gemilang namanya dalam dunia ilmu kimia dan fisika.

Ia juga ahli dalam bidang tata bahasa, persajakan, ilmu kedokteran, seni, dan sebagainya.

Ia menjadi pelopor utama dalam memperkenalkan masalah metafisikia, psikologi, etika, geometri, astronomi, isiologi, optika, serta pendekatan yang didasarkan atas metode logika dan ilmiah ke alam pikiran Muslim Arab. Berikut tiga warisan intelektual Al-Kindi bagi dunia:

Filsafat

Al-Kindi adalah fisuf berbangsa Arab dan filsuf Muslim pertama. Ia menghadirkan fil- safat Yunani kepada kaum Muslimin setelah terlebih dahulu mengislamkan pikiran-pikiran asing tersebut.

Ia menerjemahkan teks-teks penting. Sejak didirikannya Bait al-Hikmah oleh al-Ma'mun, al- Kindi turut aktif dalam kegiatan penerjemahan ini. Di samping menerjemah, ia juga memperbaiki terjemahan sebelumnya.

Karena keahliannya, ia diangkat sebagai ahli istana dan menjadi guru putra al-Mu'tashim, yaitu Ahmad. Standar kosakata filosofis bahasa Arab banyak yang berasal dari al-Kindi. Jika bukan karena dia, karya filsuf seperti al-Farabi, Ibnu Sina, dan al-Ghazali mungkin tidak pernah ada.

Psikologi

Al-Kindi juga dikenal piawi menguasai ilmu psikologi. Dia membagi daya jiwa menjadi tiga: daya bernafsu (appetitive), daya pemarah (irascible), dan daya berpikir (cognitive atau rational).

Sebagaimana Plato, ia membandingkan ketiga kekuatan jiwa ini dengan mengibaratkan daya berpikir sebagai sais kereta dan dua kekuatan lainnya (pemarah dan nafsu) sebagai dua ekor kuda yang menarik kereta tersebut.

Jika akal budi dapat berkembang dengan baik, dua daya jiwa lainnya dapat dikendalikan dengan baik pula. Orang yang hidupnya dikendalikan oleh dorongan-dorongan nafsu birahi dan amarah diibaratkan al-Kindi seperti anjing dan babi, sedang bagi mereka yang menjadikan akal budi sebagai tuannya, mereka diibaratkan sebagai raja.

Matematika

Dalam bidang matematika, al-Kindi memainkan peran penting dalam memperkenalkan angka India ke dunia Islam dan Kristen. Dia adalah pelopor dalam pembacaan sandi. Menggunakan keahlian matematika dan medis, ia mampu mengembangkan skala yang memungkinkan dokter untuk mengukur potensi obat mereka.

Al-Kindi menulis karya pada sejumlah mata pelajaran matematika yang penting, termasuk aritmatika, geometri, angka India, harmoni angka, perkalian dengan angka, jumlah relatif, proporsi mengukur dan waktu, dan prosedur numerik. Dia juga menulis empat volume buku tentang penggunaan angka India. Buku tersebut berjudul On the Use of the Indian Numerals (Ketab fi Isti'mal al-'Adad al-Hindi).

Karya ini memberikan kontribusi besar terhadap difusi sistem penomoran India di Timur Tengah dan Barat. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES