Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Kampung-Kampung Bawah Tanah Tunisia

Selasa 13 March 2018 15:57 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Agung Sasongko

Kampung bawah tanah di Matmata, Tunisia.

Kampung bawah tanah di Matmata, Tunisia.

Foto: Wikipedia
Matmata adalah kampung terpenting dari kampung-kampung bawah tanah yang ada.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Semua kampung yang memiliki hunian bawah tanah berada di selatan Tunisia, di wilayah kering atau semikering di bagian utara Gurun Sahara. Kampung- kampung itu ber ada di Dataran Matmata, beberapa di antaranya adalah Matmata, Chenini de Tataouine, Guermessa, Toujane, Wald Abu Bakir, Ghoumrassen,Techine, Douiret, Beni Aissa, Ha dege, Buthafer, Shabet Smalani, Hafsa, Hafi Rasa, Zigrarin, Beni Sagan, Bani Yehya, Lufam, Bu Sabah, Zmerten, dan Zreba. Tiap kampung bisa berisi ratusan hingga ribuan warga.

Matmata adalah kampung terpenting dari kampung-kampung bawah tanah yang ada. Hunian-hunian bawah tanah di sana berada di area bukit yang tak terlalu curam dengan area terbuka yang langsung menghadap la ngit.

Kampung Ghoumrassen juga terletak di perbukitan. Akan tetapi, gaya hunian bawah ta nahnya agak berbeda dan lebih mirip hunian tebing. Hunian-hunian di sana berteng ger di lereng curam dan kamar digali ke arah bagian dalam bukit secara horizontal sehingga jendela ruanganlah yang menghadap ke arah udara dan langit terbuka.

Kedua gaya hunian ini memberi dampak berbeda tentunya terhadap keseluruhan ba ngunan. Hunian yang digali vertikal setidak nya 10 meter ke bawah tanah meminimalisisai radiasi langsung sinar matahari.

Sementara, hunian bawah tanah di lereng curam bukit biasanya merupakan hunian dua lantai dengan ukuran lantai dua lebih kecil dari lantai di bawahnya. Ruangan di lantai bawah mengurangi pengaruh perubahan suhu udara luar. Meski begitu, kedua struktur hunian ini sama-sama membuat suhu di dalam hunian relatif stabil, baik saat musim panas maupun musim dingin.

Dari praktik membangun hunian bawah tanah selama ratusan tahun, warga di kampung-kampung bawah tanah tahu bahwa agar suhu ruangan stabil maka kedalaman hu nian harus minimal 10 meter. Sebab, fluk tuasi suhu udara yang tinggi pada kedalaman nol hingga 10 meter.

Sebagian kampung bawah tanah baru di Tunisia sengaja dibangun dekat dengan sumber air, seperti kampung Toujane dan Beni Zeltan. Kedua kampung itu pun memang yang paling mudah dijangkau di pegunungan. Tentu saja, bentuk dan gaya hunian kemu dian juga mengikuti kondisi tanah.

Kondisi tanah di area Matmata sendiri benar-benar bebas batu. Tanahnya seragam dan solid, tapi kokoh sebagai dinding. Apalagi di musim panas, tanah yang kurang air makin mengeras. Hal ini memudahkan penggalian dan penggali bisa langsung membentuk din ding bangunan. Setelah dihaluskan, dinding akan dilapisi semacam cat berwarna putih.

Membuat hunian bawah tanah lebih murah dibandingkan membangun rumah di atas tanah. Membangun hunian bawah tanah dengan tiga atau empat kamar membutuhkan enam orang yang bekerja selama maksimal 40 hari. Biaya pun sekitar 150 dinar Tunisia atau sekitar 270 dolar AS di akhir era 1980- an.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Spanyol Taklukkan Iran 1-0

Kamis , 21 June 2018, 03:21 WIB