Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Sejarah Munculnya Hunian Bawah Tanah Tunisia

Selasa 13 March 2018 15:53 WIB

Red: Agung Sasongko

Hunian bawah tanah di Matmata.

Hunian bawah tanah di Matmata.

Foto: le-voyage-autrement.com
Saat invasi Arab tak bisa lagi dibendung, Bangsa Berber meninggalkan pegunungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wilayah selatan Tunisia terpengaruh oleh bangsa Fenisia, Berber, Romawi, Byzantium, Arab, dan Prancis. Interaksi orang-orang Tu ni sia dengan bangsa Berber dan Arab merupakan yang paling intensif dan meninggalkan jejak tak hanya pada budaya dan gaya hidup, tapi juga habitat. Hal itu tampak pada hunian bawah tanah dan bangunan penyimpanan ba han makanan di atas tanah (ksar).

Berber adalah bangsa nomaden atau seminomaden. Tekanan invasi dari Libya membuat bangsa Berber harus membuat strategi bertahan yang berbeda. Sehingga, mereka akhirnya melebur dan mem bentuk tiga persekutuan di selatan Tunisia, dua di antaranya adalah Matmata dan Ouer ghamma. Ke dua persekutuan ini mempertahankan diri mereka di Dataran Matmata, terutama di te bing bagian timur.

Dengan terpaksa pula, bangsa Berber harus pindah dan menggali rumah atau membuat kampung di Pegunungan Matmata. Saat itulah mereka mulai membuat semacam benteng, hunian bawah tanah, dan ksar.

Saat invasi Arab tak bisa lagi dibendung, Bangsa Berber meninggalkan kehidupan mereka yang keras di pegunungan dan mela kukan rekonsiliasi dengan Bangsa Arab. Se bagian Bangsa Berber masih tetap mendiami hunian bawah tanah mereka dan sebagian meng ikuti gaya hidup nomaden Bangsa Arab.

Hunian bawah tanah di selatan Tunisia sudah bertahan lebih dari 700 tahun. Gaya hunian ini diyakini para peneliti sebagai pe nanda batas negara-negara Afrika Utara dengan wilayah di selatan mereka dan gaya ini diyakini pula pertama kali dikenalkan oleh Bangsa Berber.

Memang, hunian bawah tanah juga dite mukan pada kebudayaan Bangsa Romawi. Namun, Bangsa Romawi pun belajar dari Bangsa Berber. Hunian bawah tanah Bangsa Romawi hanya digunakan di Bulla Regia di mana wilayah itu juga pernah berada dalam pengaruh Bangsa Berber.

Sebagian besar warga di selatan Tunisia yang mendiami hunian bawah tanah meru pakan keturunan Bangsa Berber. Hal itu terli hat dari nama atau daerah asal mereka mes kipun kehidupan mereka mengikuti kebu dayaan Bangsa Arab. Pegunungan Matmata kini dihuni orang-orang keturunan Bangsa Berber yang disebut Zenata.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES