Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Hunian Bawah Tanah Tunisia

Selasa 13 March 2018 15:49 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Agung Sasongko

Hunian bawah tanah di Lembah Djebel Dahar, Tunisia.

Hunian bawah tanah di Lembah Djebel Dahar, Tunisia.

Foto: Wikipedia
Hunian-hunian bawah tanah di Tunisia terkonsentrasi di Matmata.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Di lembah Djebel Dahar, Tunisia, orang-orang terbiasa hidup di hunian bawah tanah. Di hunian unik inilah mereka berlindung dari sengatan musim panas dan menggigitnya angin musim dingin. Namun, seiring perubahan zaman dan makin banyaknya orang yang bermukim di rumah biasa, hu nian bawah tanah ini pun makin ditinggalkan.

Ada banyak hal yang membuat sebagian orang masih bertahan di hunian bawah tanah yang digali seperti ceruk itu. Salah satunya karena ikatan dengan tanah yang mereka diami atau karena tak ada opsi lain untuk pindah. Jika penghuni-penghuni terakhir itu pergi, sirna sudah riwayat hunian bawah tanah di Tunisia.

Hunian-hunian bawah tanah di Tunisia terkonsentrasi di Matmata. Galian-galian hunian bawah tanah berserak di antara ta naman palem sehingga membuat lembah itu seperti kain motif polkadot. Matmata terletak sekitar 365 kilometer di selatan Tunisia. Selain di Matmata, hunian semacam ini ditemukan pula di sekitar perbatasan Libya di tenggara Tunisia.

Warga Djabel Dahar di Matmata hidup dari perkebunan zaitun dan pariwisata. Mat mata jadi salah satu destinasi wisata yang terkenal setelah hunian-hunian bawah tanah di sana diubah menjadi hotel dan jadi lokasi syuting film Star Wars pada 1970-an.

Pariwisata Tunisia memang tengah berusaha bangkit setelah Arab Spring pada 2011 merusak citra sebagian besar wilayah Arab dan Afrika Utara. Warga yang bertahan di hunian-hunian bawah tanah sering menjadikan rumah mereka sebagai tempat menginap wisatawan. Tentu saja, ada imbalan yang ditarik atas jasa sewa itu.

Hunian bawah tanah adalah warisan tu run-temurun. Sayangnya, hunian bawah ta nah terakhir dibangun hanya sampai 1970- an. Warga yang bertahan harus berjuang mempertahankan utuhnya tempat tinggal mereka itu, terutama di saat hujan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES