Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Struktur Kayu dan Ukiran Istimewa Masjid Bolo Hauz

Rabu 07 Mar 2018 10:38 WIB

Red: Agung Sasongko

Masjid Bolo Hauz

Masjid Bolo Hauz

Foto: Uzbek-Travel.com
Pilar tersebut dibuat dari kayu kenari, poplar, dan elm.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pada 1917, seorang seniman terkenal lokal Shirin Muradov menambahkan dengan membangun sebuah menara kecil di halaman depan, terpisah dari bangunan masjid. Bagian eksterior bangunan di balkon koridor tingkat dua pun ditambahkan pada awal abad ke-19. Dengan penyempurnaan tersebut, kini Masjid Bolo Hauz dikenal menjadi sebuah karya seni dekoratif nasional Uzbek.

Masjid ini terdiri dari sebuah teras yang menghadap ke timur, di ruang utama masjid terdapat ceruk seperempat kubah di setiap sudut atas ruang shalat. Dan, sebuah ceruk setengah kubah di bagian depan menghadap kiblat serta sebuah mihrab.

Jendela dengan ceruk bertingkat juga terdapat di bagian halaman depan sebagai ruang masuknya cahaya ke ruang utama masjid. Motif-motif geometris dan stalaktit atau sarang lebah menjadi dekorasi dari pintu masuk dan langit-langit masjid ini.

Bagian yang membedakan Masjid Bolo Hauz ini dengan masjid bersejarah lain di Bukhara adalah penggunaan struktur kayu dan ukirannya yang indah. Pada bagian depan masjid terdapat kolom atau pilar-pilar tinggi terbuat dari kayu.

Banyaknya pilar tersebut menjadi ciri khas masjid tersebut juga menjadi ciri khas masjid ini. Walaupun sebutan masjid ini adalah masjid empat puluh pilar, seluruh jumlah pilar yang ada di masjid ini hanya dua puluh pilar.

Pilar tersebut dibuat dari kayu kenari, poplar, dan elm. Pilar ini dibuat cukup ramping serta disambung dengan cincin logam saling berhubungan. Porosnya dipasang dalam dua baris, yang didukung dengan rangka kanopi saling bersilangan.

Dua pilar yang berada di tengah menunjukkan pintu masuk ke masjid, yang mengarahkan pada ceruk lengkungan besar, sebagai tanda pintu masuk. Pada masing masing pilar, terdapat ukiran dekoratif seperti sarang lebah yang detail pada ujung atas pilar.

Sedangkan pada bawah pilar, juga terdapat ukiran kayu yang bermotif bunga. Seni ukir kayu lain pada masjid ini terlihat pada rangka kanopi yang menopang langit-langit masjid. Ukiran kayu pada langit-langit masjid dipenuhi dengan dekorasi geometris serta pola sarang lebah.

Selain itu, Masjid Bolo Hauz juga mengombinasikan banyak warna pada ukiran kayu teras dan langit-langitnya. Pada kayu langit-langit dicat secara detail dengan keahlian yang luar biasa. 

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA