Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 Februari 2019

Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 Februari 2019

Kurikulum Islam Pertama di Belanda

Senin 22 Jan 2018 06:56 WIB

Red: Agung Sasongko

Muslimah di Belanda.

Muslimah di Belanda.

Foto: Rnw.l/c
Amsterdam termasuk yang aktif menyusun pedom an agama bagi kaum pendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hingga 2002, Amsterdam tercatat memiliki 190 sekolah dasar, delapan di antaranya sekolah dasar Islam. Salah satunya berada di Distrik Slotervaart. Sedangkan dari 66 sekolah menengah (jika di Indonesia setara dengan SMP hingga SMA), satu di antaranya merupakan sekolah menengah Islam, yakni Islamic College of Amsterdam (Islamitisch College Amsterdam/ ICA). Sekolah menengah Islam ini juga berlokasi di Slotervaart.

Tak ada data pasti mengenai jumlah siswa Muslim di Amsterdan. Sebab, survei yang dilakukan tidak karena mencantumkan keterangan tentang latar belakang agama. Sekadar gambaran, se perti dilansir laman www.so ros.ord, di Amsterdam pada 2006 terdapat 101.592 anak usia empat hingga 17 tahun. Dari jumlah ini, sebanyak 18.128 adalah anak keturunan Maroko dan 9.819 anak keturunan Turki.

Di Distrik Slotervaart sendiri terdapat 7.985 anak usia lima hingga 17 tahun. Dari jumlah ini, 2.041 merupakan keturunan Ma roko dan 1.024 keturunan Turki. Data tambahan menyebutkan, jumlah siswa di sekolah Islam di Slotervaart mencapai 10.059. Angka ini lebih besar dibanding kan total jumlah anak Muslim di Slotervaart. Hal ini dimungkinkan karena banyak siswa dari luar Distrik Slotervaart bersekolah di sini.

Pada awal tahun ajaran 2007, seluruh sekolah dasar Islam di Amsterdam sudah mulai mengakses kurikulum pendidikan Islam untuk anak usia empat sampai 12 tahun. Ini adalah kurikulum Islam pertama di Belanda. Yang pertama kali menerapkan kurikulum Islam ini adalah Sekolah Soeffah di Amsterdam. Metode pembelajaran di ciptakan oleh Foundation for Teaching Methods (SLO) dan Board Islamic Schools Organization (ISBO), organisasi yang menaungi 42 sekolah Islam di Belanda.

Dibanding banyak kota besar lain di dunia, Amsterdam termasuk yang aktif menyusun pedom an agama bagi kaum pendatang. Sikap aktif itu terlihat dari upaya The Vriji Universiteit Amsterdam atau Amsterdam’s Free University yang memelopori pendidikan keislaman, dengan membuka pelatih an keagamaan yang akan menjadi cikal-bakal didirikannya sekolah para imam.

Pada 2005, sebuah kursus master untuk pembina rohani Is lam mulai diselenggarakan. Kursus ini bertujuan untuk mening katkan kompetensi para pemuka agama Islam.

Sumber : Mozaik Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES