Selasa, 3 Zulhijjah 1439 / 14 Agustus 2018

Selasa, 3 Zulhijjah 1439 / 14 Agustus 2018

Bolivia Terbuka dengan Ajaran Islam

Rabu 26 Juli 2017 17:00 WIB

Red: Agung Sasongko

peta bolivia

peta bolivia

Foto: wordtravels.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bolivia merupakan sebuah negara dengan populasi sekitar 10,5 juta orang. Populasi Muslim hanya 2.000 orang. Sekitar 95 persen rakyat Bolivia menganut Katolik Roma.

Praktik keagamaan di negara yang berada di Amerika Selatan ini masih kecil dan menyebar. Terpilihnya Presiden Evo Morales pada 2005 membawa hubungan yang lebih ramah dengan Republik Islam Iran di Timur Tengah.

Hal itu secara signifikan membuka sikap resmi Bolivia terhadap Islam. Populasi Muslim Bolivia kebanyakan keturunan dari Bangladesh, Pakistan, Mesir, Palestina, Iran, Suriah, dan Le banon. Komunitas ini umumnya tersebar di kota-kota besar, seperti La Paz dan Santa Cruz. Kehadiran komunitas yang lebih kecil juga terasa di Sucre, Cochabamba, dan Oruro.

Sedikitnya, ada delapan organisasi Islam yang berbeda, baik Syiah maupun Sunni yang ada di Bolivia. Mereka didanai, terutama Arab Saudi atau Republik Islam Iran. Sejak membuka kedutaan besar di La Paz pada 2008, Iran telah menjadi kekuatan pendorong dalam meningkatkan kehadiran Islam di Bolivia, baik di dalam masyarakat maupun negara.

Iran telah mengusulkan sejumlah perjanjian bilateral dengan Bolivia, seperti proyek-proyek pembangunan ekonomi untuk pertukaran militer. Sebagai imbalannya, Bolivia mencabut pembatasan visa bagi warga negara Iran dan memfasilitasi peningkatan kehadiran pejabat Iran di negara Andean ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pembangunan Venue JIEXpo Kemayoran Dikebut

Selasa , 14 Agustus 2018, 20:45 WIB