Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Istiklal Dzamija, Masjid Indonesia di Sarajevo

Kamis 02 Mar 2017 21:00 WIB

Rep: Nashih Nasrullah/ Red: Agung Sasongko

Masjid Istiklal Dzamija

Masjid Istiklal Dzamija

Foto: Wikimapia

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA --  Menyebut Istiqlal, tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Ya, nama itu merujuk pada masjid ter besar di Asia Tenggara yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, Masjid Istiqlal, Jakarta.

Tak hanya di Jakarta. Masjid dengan nama serupa juga ada nan jauh di Benua Eropa, tepatnya di pinggiran Sarajevo, Ibu Kota Bosnia Herzegovina. Di sana, Masjid Istiqlal dialihbahasakan ke dalam bahasa setempat menjadi Istiklal Dzamija.

Apakah kesamaan nama ini hanya kebetulan?

Tampaknya tidak. Sebab, Istiklal Dzamija memang memiliki kaitan dengan Indonesia. Jelasnya, masjid ini dibangun oleh bangsa Indonesia. Dana untuk pembangunan masjid berasal dari para dermawan Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Ini merupakan bentuk simpati Indonesia kepada rakyat Muslim Bosnia pascatragedi genosida oleh etnis Serbia pada 1994-1995. Karena di bangun atas sumbangan masyarakat Indonesia, masjid ini kerap disebut juga Masjid Istiklal Indonesia, bahkan ada yang menyebutnya Masjid HM Soeharto.

Menelan dana hampir tiga juta dolar AS, Istiklal Dzamija di bangun selama dua tahun. Meski demikian, peresmiannya tidak dilakukan oleh HM Soeharto, tetapi oleh presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri, pada 2001.

Istiklal Dzamija adalah salah satu karya monumental bangsa Indonesia. Rencana pembangunan masjid ini berawal dari kunjungan bersejarah Presiden Soeharto pada 1995 ketika pertikaian antara kelompok Muslim dan non-Muslim di sana sedang genting-gentingnya. Arsitek kenamaan asal Indonesia, Achmad Noe’man, dipilih Presiden Soeharto untuk merancang masjid yang dibangun di atas lahan seluas 2.800 meter persegi ini.

Berukuran 28 x 30 meter, Istiklal Dzamija memiliki dua menara yang menyatu dengan bangunan masjid. Dua menara ini, sebagaimana di tulis www.djamize.info, merupakan perlambang persahabatan antara Indonesia dan Bosnia Herzegovina. Tampil dengan sentuhan warna biru muda, menara kembar yang men julang setinggi 48 meter ini tampak elegan dan tak membuat Istiklal Dza mija ‘tenggelam’ di antara bangunan bertingkat tinggi di sekitarnya.

Selain menara kembar, masjid ini juga memiliki kubah berdiameter 14 meter dengan ketinggian 28 meter. Kubah ini berada tepat di tengah atap bangunan masjid. Di bagian interior, masjid yang mampu menampung sekitar 7.000 jamaah ini tampil dengan sentuhan Jawa yang sangat kental. Ornamen ber bentuk ukiran pada kayu jati, misalnya, mewarnai setiap sudut ruang masjid. Salah satunya ada pada pintu masuk utama. Bentuk daun pintu dan ornamen ukir yang meng hiasinya menjadikan pintu ini sangat khas Indonesia, utamanya Jawa. Selain daun pintu, ukir-ukiran juga mem bingkai semua jendela kaca masjid yang berbentuk meleng kung.

Masjid dua lantai ini beralamat di Bulevar Mese Selimovica 85 Sarajevo, tak jauh dari gedung stasiun televisi milik pemerintah. Selain untuk shalat, masjid ini juga menggelar sejumlah aktivitas lain, di antaranya, menyelenggarakan pen didikan agama Islam, baik un tuk anak-anak maupun orang dewasa. Ada pula kegiatan menda la mi dan mempelajari Alquran yang dilaksanakan setiap akhir pekan.

Seperti dilaporkan laman www.islamic finder.org, di masjid ini pula terdapat kantor Pusat Kajian Arsitektur Islam. Dan, sebagai sebuah masjid yang didirikan oleh bangsa Indonesia, Istiklal Dzamija juga mengambil peran sebagai Pusat Kebudayaan Indonesia. Bagi masyarakat setempat, Istiklal Dzamija juga menjadi sarana bagi para calon pasangan suami istri yang hendak melaksanakan pernikahan sesuai dengan syariat Islam.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES