Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Ini Ciri Khas Masjid Istiklal Dzamija

Rabu 03 August 2016 06:01 WIB

Rep: c62/ Red: Agung Sasongko

Masjid Istiklal Dzamija

Masjid Istiklal Dzamija

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid ini memang dibangun berdasarkan perpaduan gaya dua negara, selain dihiasi kaligrafi Arab dari kayu jati, interior masjid juga dilengkapi lampu gantung hias dari Indonesia. Pintu masuk masjid ini juga dibuat dari kayu jati bertuliskan kaligrafi.

Begitu juga dengan aksesori-aksesori lain, seperti lampu yang ketika menyala memikat setiap pengunjung yang memandangnya, juga hasil sumbangan dermawan Indonesia. Inilah alasan lain mengapa masjid ini dinamakan Masjid Istiklal Indonesia.

Aksesori dan beberapa fasilitas penunjang di masjid yang diresmikan oleh Megawati yang menjabat sebagai presiden RI pada 2001 saat itu juga melengkapi keindahannya.   

Mimbar khatib, misalnya. Fasilitas ini menjadi salah satu spot keelokan. Posisinya cukup strategis. Begitu memasuki bagian dalam masjid, kedua mata akan tertuju langsung dengan mimbar itu.

Berbeda dengan interior yang kental dengan nuansa Indonesia, bagian luar masjid mengadopsi arsitektur Eropa. Hal itu terlihat dari lengkungan-lengkungan setengah lingkaran atau Persian arch yang membalut setiap dinding luar masjid.

Lengkungan-lengkungan setengah lingkaran ini diberi lubang dengan bentuk bintang dan roda di bagian lengkungan atas. Setiap lubang yang difungsikan sebagai ventilasi ini diberi warna putih yang dipadukan dengan warna telor asin.  

Titik utama yang merupakan salah satu hasil karya dengan nilai estetika yang tinggi ialah

desain kubah dan menara masjid yang pembangunannya memakan waktu dua tahun dengan menelan dana 2,7 dolar AS ini.  

Ada keunikan. Yaitu, kemiripan antara konsep atau desain kedua bagian itu dengan bagian yang sama di Masjid Istiqlal Jakarta. Kubah Istiklal Sarajevo dengan tinggi 27 meter yang menjadi ciri khas masjid di Bosnia itu juga terlihat pada Masjid Istiqlal Jakarta.

Namun, perbedaannya adalah kubah pada masjid ini dipenuhi oleh tiga susun jendela sehingga sinar matahari bisa masuk ke ruangan masjid. Sementara, dua menara kembarnya memiliki tinggi 48 meter yang menggambarkan persahabatan antara Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina.

Masjid Istiklal terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar digunakan untuk kantor, tempat wudhu, auditorium yang biasa dipakai untuk acara pernikahan, perpustakaan, pusat arsitektur Islam, dan ruang kelas.

Sementara, lantai dua beralaskan karpet diperuntukkan sebagai ruang shalat khusus pria dan lantai tiga digunakan khusus untuk ruang shalat wanita.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES