Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Tilik Referensi Sehat Karya Ilmuwan Muslim

Rabu 27 Jul 2016 20:06 WIB

Rep: mgrol71/ Red: Agung Sasongko

Ilmuwan Muslim (ilustrasi).

Ilmuwan Muslim (ilustrasi).

Foto: blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anda terpikir ingin hidup sehat dan ingin mencari referensi. Mungkin, Anda bisa mengeksplorasi buku medis karya ilmuwan Muslim.

Perawatan medis peradaban Muslim dibebaskan untuk semua orang. Rumah sakit dibangun di berbagai penjuru yang dihuni penduduk Muslim. Perawatan mutakhir, seperti katarak, vaksinasi reguler, jahitan internal, pengaturan tulang, dan pembukaan pendidikan medis di rumah sakit adalah bagian dari praktik standar, seperti kesadaran akan pentingnya nutrisi dan olahraga dalam menjaga kehidupan dan kesehatan.

“Kedokteran adalah ilmu tentang dari mana seorang belajar bagian tubuh manusia ... untuk menjaga kesehatan yang baik ketika hidup, dan memulihkannya bila dalam keadaan sakit ...” tulis Ibnu Sina dalam bukunya 'Canon' pada abad ke-11.

Banyak sarjana medis menyadari efek buruk dari kebiasaan makan yang tidak sehat dan mengakui pentingnya olahraga, mandi, diet yang tepat, dan regulasi tidur dalam melestarikan kesehatan yang baik. Hal ini merupakan konsep yang memiliki kemiripan yang kuat dengan obat pencegahan di zaman modern, dan sejumlah orang yang menggemakan kampanye untuk sehat diet dan gerakan yang teratur dalam memerangi berbagai kondisi seperti obesitas dan diabetes seperti saat ini.

Mari kita jelajahi beberapa karya dari masa lampau yang menggambarkan hubungan antara obesitas dan kurangnya kegiatan berolahraga.

1. Buku 'Norma Medis' – Ibnu Sina (abad ke-11)

Sheikh al-Ra'is Sharaf al-Mulk Abu 'Ali al-Husain bin 'Abdullah bin al-Hasan bin 'Ali Ibnu Sina, yang dikenal dalam bahasa Latin sebagai Avicenna dan karya paling terkenal adalah filosofi dan pengobatan. Dalam pengobatan, salah satu bukunya yang lebih dikenal adalah buku ensiklopedianya, Al Qanun fi Al-Tibb (Norma Medis) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada akhir abad ke-12 dan menjadi sumber referensi bagi penelitian medis di universitas di Eropa sampai akhir abad ke-17.

Ibnu Sina mendedikasikan bagian dari volume 3 ini terkenal dengan 'Norma Medis' ke 'Kerugian dari Obesitas Berlebihan' yang menjadikan obesitas sebagai penyakit dan menyarankan untuk berlatih keras dan mengurangi makanan berlemak.

2. Buku 'Terapi Diet' – Al-Razi (abad ke-10)

Mohammed bin Zakaria Al-Razi (841-926 M) meniliai secara kritis dalam bukunya Al-Hawi Fit-Tibb (Ensiklopedia Medis) tentang pengetahuan yang tersedia pada obesitas pada masa itu. Berdasarkan pengalaman dan praktik sendiri, Razi membahas pendapat ulama terdahulu terutama dalam kaitannya dengan pengelolaan obesitas yang berlebihan.

Al Razi mendokumentasikan diskusi menggunakan laporan kasus klinis dengan pasien yang memiliki obesitas berlebihan hingga berhasil diobati. Hal ini menggambarkan secara rinci perlakuan yang digunakan Al-Razi, termasuk diet, obat-obatan, latihan, pijat hidroterapi, dan perubahan gaya hidup.

Selain itu, Al-Razi menulis sebuah buku khusus (Kitab Manafi' al-Aghdhiyah wa-Dafi' Madraarriha) tentang cara untuk menghilangkan efek samping nutrisi dan membuatnya lebih jelas dan komprehensif dibandingkan para pendahulunya.

3. Buku 'Pemilihan Obat' – Ibnu Hubal (abad ke-12)

Ibnu Hubal Al-Baghdadi (1121 – 1213 M) ialah seorang dokter dan ilmuwan Arab yang dikenal terutama untuk ringkasan medis yang berjudul Kitab al-Mukhatarat fi al-Tibb (Kitab tentang Pemilihan Obat) yang ditulis dalam 1165 di Mosul di Irak.

Ibnu Hubal melaporkan pada karyanya pada predisposisi dari 'orang yang sangat gemuk' jatuh sakit dengan cepat. Dalam pengelolaannya, dengan latihan berat pada perut kosong, ia menekankan pentingnya jadwal secara bertahap meningkat karena orang yang terlalu gemuk dapat berisiko jika ia mulai secara langsung pada olahraga berat.

4. Buku 'Seni tentang Medis' – Ibnu al-Nafis (abad ke-13)

Ibnu al-Nafis ialah seorang dokter pada abad ke-13. Memiliki nama asli 'Ala' al-din Abu al-Hasan 'Ali bin Abi al-Hazm al-Qarshi, ia lahir di Al-Qarsh, dekat Damaskus. Ia belajar kedokteran di Damaskus di bawah pengawasan profesor terkenal, Muhadhab al-Din al-Dakhwar, di sekolah medis Rumah Sakit Al-Nuri. Ia menulis sejumlah karya termasuk yang paling terkenal yaitu Kitab al-Shamil fil Sina'a al-Tibbiyya (kitab terlengkap pada buku Seni Medis).

Dalam salah satu karyanya yang lain, Al-Mujiz Fit-Tibb (Ringkasan Medis) buku yang melaporkan tentang hubungan antara obesitas berlebihan dan kecelakaan kardiovoskular dan serebrovoskular, dan dengan pernapasan dan gangguan endoktrin: “Obesitas berlebihan merupakan kendala pada manusia membatasi kebebasan tindakan dan konstriksi pneumanya (vitalitas) yang dapat menjadi berantakan atau bahkan lenyap karena udara mungkin tidak dapat mencapainya, karena mereka sering menderita sesak napas atau palpitasi. Pun dengan orang terlalu gemuk mungkin menghadapi risiko pecah pembuluh darah yang fatal sehingga menyebabkan pendarahan ke dalam rongga tubuh, seperti otak ata jantung, yang akan menyebabkan kematian”

5. Buku 'Makanan dan Minuman untuk Orang Sehat' – Samarqandi (abad ke-13)

Najib ad-Din Abu Hamid Muhammad bin Ali bin Umar Samarqandi ialah seorang dokter dari Persia pada abad ke-13. Ia merupakan seorang penulis medis produktid dan ekspositor ide medis, meskipun beberapa rincian yang diketahui dari kehidupannya. Bukunya yang paling terkenal adalah 'Penyebab dan Gejala', buku manual yang komprehensif tentang terapi dan patologi. Risalahnya banyak dibaca dan sering diberikan komentar pada apa yang ditulisnya.

Dalam karya 'Makanan dan Minuman untuk Orang Sehat', ia mendefinisikan makanan bergizi yang tepat seperti apa yang mampu menggantikan yang hancur dari berbagai unsur pokok dari bagian tubuh.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA