Friday, 10 Safar 1440 / 19 October 2018

Friday, 10 Safar 1440 / 19 October 2018

Muhammad Ma Jian, Intelektual Muslim Modern Cina (1)

Senin 15 Jun 2015 14:34 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Indah Wulandari

Penerjemah Alquran dalam bahasa Mandarin, M Ma Jian

Penerjemah Alquran dalam bahasa Mandarin, M Ma Jian

Foto: iqna.ir

REPUBLIKA.CO.ID,YUNAN -- Negara Cina memiliki banyak cendekiawan muslim modern yang berperan besar dalam pergulatan bangsa ini di awal abad ke-19. Salah satu nama intelektual Cina Modern yang dikenal karena  perjuangannya adalah Muhammad Ma Jian.

Lahir dari keluarga petani muslim di Desa kecil Shadian kawasan Gejiu, Provinsi Yunan pada 1906, Muhammad Ma Jian menjalani proses panjang memperdalam Islam hingga studi ke Timur Tengah.

Muhammad Ma Jian merupakan sarjana intelektual muslim yang berperan besar menerjemahkan Alquran secara baik dan benar ke bahasa Mandarin pada era 1950an. Ma Jian dibesarkan di kawasan Honghe Hani yang memang sebagian besar penduduknya beragama Islam.

Pada usia enam tahun, ia mengenyam pendidikan dasar dan menengah di Kunming Ibukota provinsi Yunan hingga ia berusia 19 tahun.  Pada 1926 di usianya yang ke 20 tahun, ia mulai memperdalam kajian ilmu agama dengan belajar kepada Hu Songhan, salah satu imam komunitas muslim Tongxin di provinsi Ningxia.

Ma Jian belajar Alquran dan berbagai ilmu agama selama lebih dari dua tahun. Pada 1928 ia melanjutkan pendidikan tingginya di salah satu Sekolah Tinggi Islam khusus di Shang Hai yang mengkhususkan pada pembelajaran bahasa Arab dan kajian Islam klasik.

Semangat Ma Jian belajar Islam tidak berhenti sampai di situ, pada 1931 ia kemudian memutuskan untuk belajar langsung agama Islam ke Universitas Al Azhar, Kairo.

Pada saat itu, bisa dibilang ia adalah salah satu dari segelintir muslim asli Cina yang memilih belajar agama di universitas Islam tertua tersebut. Selama Ma Jian mengenyam pendidikan tinggi di Al Azhar berbagai karya ilmiah telah ia hasilkan mengkaji perbandingan berbagai pemikiran tradisional masyarakat Cina dengan Islam.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA