Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Merawat Ihsan (1)

Jumat 31 Okt 2014 23:03 WIB

Red: Chairul Akhmad

Kesadaran akan hadirnya Allah dalam setiap helaan nafasnya inilah yang menyelamatkan para hamba dari berbuat maksiat.

Kesadaran akan hadirnya Allah dalam setiap helaan nafasnya inilah yang menyelamatkan para hamba dari berbuat maksiat.

Foto: Brainchildmag.com/ca

Oleh: Hannan Putra    

Hebatnya gejolak syahwat yang meliputi setiap jiwa anak muda juga dirasakan oleh para nabi.

Seperti Nabi Yusuf AS, pada usianya yang muda belia lagi lajang, Yusuf muda juga memiliki gelora syahwat layaknya manusia normal.

Lantas, bagaimanakah jadinya jika seorang anak muda dalam kondisi ini dirayu seorang wanita cantik untuk berbuat maksiat?

Inilah yang dikisahkan Allah SWT dalam Alquran. “Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya.” (QS Yusuf [12]: 24).

Anak muda mana yang tidak tergiur berbuat maksiat dalam kondisi tersebut. Apa yang kurang dari Zulaikha?

Seorang wanita cantik, kaya raya, dan bangsawan. Seluruh yang diinginkan laki-laki ada pada dirinya. Yusuf dan Zulaikha hanya berdua saja dalam rumahnya. Pemuda manakah yang bisa selamat jika menjadi Yusuf dalam kisah tersebut?

Dalam satu riwayat disebutkan, tatkala Zulaikha dan Yusuf hendak memulai melakukan maksiat, Zulaikha meminta izin. Ia menutup sebuah patung yang ada di rumahnya dengan kain. Bertanyalah Yusuf, mengapa patung itu harus ditutupi kain.

“(Patung) itu tuhan saya. Saya malu jika ia melihat saya (melakukan maksiat),” jawab Zulaikha. Inilah tafsir dari tanda yang dimaksudkan dalam ayat tersebut. Sebuah kiasan dari Allah SWT bahwa Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu.

Yusuf pun menangis. “Apakah engkau merasa malu dengan patung yang tidak dapat melihat atau mendengar itu? Patung itu juga tidak dapat memberi manfaat atau mudharat (jika ia murka melihat engkau bermaksiat). Patung itu tidak pula hidup dan tidak dibangkitkan. Sedangkan aku takut kepada Allah yang Maha Mengatur seluruh urusan makhluk-Nya,” ujar Yusuf dengan terbata-bata.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA