Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Guru RA Didorong Jadi Ujung Tombak Pencetak Generasi Agamis

Ahad 05 Nov 2017 20:53 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah

 Kegiatan pesantren anak di Raudhatul Athfal Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (25/7).  (Republika/Agung Supriyanto)

Kegiatan pesantren anak di Raudhatul Athfal Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (25/7). (Republika/Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Keberadaan guru Raudhatul Athfal (RA) dinilai dapat menjadi ujung tombak dalam mencetak generasi muda yang agamis. Pasalnya, peran mereka penting dalam membentuk karakter anak sejak dini.

Oleh karena itu para guru RA diharapkan dapat meningkatkan kualitasnya. "Para guru RA telah membantu meringankan beban pemerintah dalam bidang pendidikan anak-anak dan membangun karakter anak-anak,' terang Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono akhir pekan lalu.

Hal ini disampaikan di sela-sela acara gebyar Muharam dan syukuran Ikatan Guru RA (IGRA) ke-15 di Kecamatan Cicurug, Sukabumi. Menurut Adjo, pendidikan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan insan-insan yang mulia. Kondisi ini, kata dia dapat terwujud bila para guru RA berupaya meningkatkan mutu dan kualitas lembaga pendidikan RA.

 

Adjo mengatakan, IGRA harus terus berperan sebagai unjuk tombak dalam mencetak generasi muda yang agamis. Di sisi lain lanjut dia, pemerintah daerah akan terus berusaha secara maksimal agar kesejahteran para guru RA dapat di tingkatkan.

Hal ini demi terwujudnya guru yang berkualitas dan bekerja secara profesional dalam membentuk karakter anak menjadi manusia-manusia shaleh dan shalehah. Untuk menggapai pendidkan RA berkualitas itu, dia menambahkan, diperlukan sejumlah persyaratan.

Di antaranya lanjut Adjo, adanya komitmen untuk terus meningkatkan kualitas guru, perubahan paradigma dan sikap mental. Sehingga kata dia momen peringatan ulang tahun atau milad IGRA jangan hanya dimaknai sebuah seremonial belaka.

Adjo mengatakan, milad sebagai ajang untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri atas apa yang selama ini telah dijalani. "Milad akan bermakna lebih jika senantiasa terlahir banyak ide baru dan terbangun dampak positif," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES