Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Utamakan Ukhuwah

Selasa 06 Nov 2018 16:23 WIB

Red: Agung Sasongko

Takwa (ilustrasi).

Takwa (ilustrasi).

Foto: alifmusic.net
Allah SWT mempersatukan hati orang mukmin dalam suatu jalinan ukhuwah.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Sigit Indrijono

”Dan Dialah (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walau kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Akan tetapi, Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS al-Anfaal [8]: 63).

Ayat di atas menjelaskan, Allah SWT mempersatukan hati orang mukmin dalam suatu jalinan ukhuwah yang timbul atas dasar keimanan. Merupakan jalinan persatuan yang kokoh sebagai potensi kekuatan yang diberikan oleh-Nya.

Banyak fitnah dan cobaan yang dihadapi umat Islam saat ini. Semua ini harus dihadapi dengan mengedepankan kekuatan ukhuwah. Namun, kenyataannya ada saja pertentangan antarsesama Muslim. Hal tersebut disebabkan perbedaan dalam beberapa hal. Seharusnya tidak terjadi jika perbedaan disikapi dengan bijak. Diperlukan kearifan pemimpin-pemimpin kelompok dalam menghadapi kondisi demikian. Kesadaran sebagai suatu kesatuan umat Islam perlu digugah. Bukan dengan saling hujat dan saling menyalahkan karena masing-masing pihak menganggap benar dirinya.

"Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan)dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (QS asy-Syura [42]: 38).

Perbedaan-perbedaan pendapat yang muncul diselesaikan melalui musyawarah secara bijak.Kesepakatan dibuat secara kolektif untuk kepentingan bersama. Semua pihak yang berbeda pendapat dihargai martabatnya.

Tidak ada yang merasa dirugikan atas kesepakatan yang diputuskan dalam musyawarah. Dengan musyawarah, akan dicapai win-win solution, keputusan yang bisa diterima semua pihak. Mufakat setelah musyawarah adalah keputusan terbaik.

Kata kunci yang harus selalu diperhatikan jika terjadi perselisihan adalah islah. Dalam hal ini, tidak ada yang merasa menang atau kalah. Sikap fanatisme golongan harus disingkirkan jauh-jauh.

"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." (QS al-Hujuraat [49]:10).

Perselisihan tanpa penyelesaian bisa berlanjut pada permusuhan antarpihak yang banyak membawa kemudaratan. Permusuhan adalah suatu hal yang dilarang oleh Allah SWT.

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu)berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (QS an-Nahl [16]:90). Wallahualam.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES