Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Menjadi Insan Bertakwa

Selasa 12 June 2018 16:05 WIB

Red: Agung Sasongko

Takwa (ilustrasi).

Takwa (ilustrasi).

Foto: blog.science.gc.ca
Peta jalan takwa itu dapat mengantarkan kepada tujuan bertakwa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Oleh: Abdul Muhib Wahab

Tujuan Allah SWT menciptakan manusia agar beribadah ke pada-Nya (QS adz-Dzariyat [51]:56).Sedangkan, tujuan beribadah, termasuk berpuasa Ramadhan, adalah menjadi insan bertakwa (QS al- Baqarah [2]:21 dan 183).

Menjadi insan bertakwa itu tidak instan, tetapi merupakan proses menjadi (becoming) yang harus dicapai melalui jalan pendakian spiritual yang terjal. Artinya, berpuasa tidak serta- merta membuat para shaimin(pelaku puasa) menjadi insan bertakwa. Karena itu, bertakwa kepada Allah itu harus autentik, sungguh-sungguh, dan penuh konsistensi dalam berislam hingga akhir hayat (QS Ali Imran [3]: 102).

Takwa itu merupakan modal, proses, dan orientasi hidup. Karena itu, menjadi insan bertakwa itu selalu berproses, berlangsung terusmenerus, dan tidak mengenal kata selesai. Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal (modal)adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat! (QS al- Baqarah [2]: 197). Semua amal ibadah, wajib maupun sunah, itu bermuara kepada pembentukan insan bertakwa.

Oleh karena itu, perintah bertakwa itu berlaku di mana dan kapan saja, saat sunyi dan sendiri maupun bersama yang lain dan di tengah khalayak ramai. Bertakwalah kepada Allah kapan pun dan di manapun engkau berada. Ikutilah keburukan dengan kebaikan. Niscaya kebaikan itu dapat menghapus keburukan. Dan perlakukanlah orang lain dengan akhlak yang baik. (HR Turmudzi).Proses menjadi insan bertakwa mengharuskan sikap ekstra hati-hati, waspada, dan takut melanggar syariat Allah sekaligus takut azab-Nya.

Sebagai orientasi hidup, menempuh peta jalan takwa itu dapat mengantarkan kepada tujuan bertakwa, yaitu menjadi orang beruntung atau memperoleh kemenangan, mendapat rahmat Allah, dan menjadi orang yang bersyukur. Menjadi insan bertakwa itu pasti tidak merugi, baik di dunia maupun di akhirat (QS al-Baqarah [2]:189; Ali Imran [3]: 130 dan 200).

Menjadi insan bertakwa itu dijamin mendapat kasih sayang Allah (QS al- Hujurat [49]: 10). Puncak dari perintah takwa adalah agar menjadi hamba yang pandai bersyukur (QS Ali Imran [3]: 123).Menjadi insan bertakwa berarti proses menjadi pemenang, bukan pecundang; peraih keberuntungan hidup di dunia dan akhirat, bukan penderita kerugian. Menjadi insan bertakwa juga dapat mengantarkannya menjadi penikmat rahmat Allah yang mensyukuri-Nya.

Profil insan bertakwa lulusan pendidikan Ramadhan itu dinarasikan Alquran sebagai insan beriman kepada Allah; melaksanakan shalat dengan khusyuk dan penuh konsis tensi;dan memiliki keder mawanan sosial yang tinggi dengan gemar berinfak, bersedekah, baik pada waktu lapang maupun susah (QS al-Baqarah [2]:3;Ali Imran [3]: 133-135).

Menjadi insan bertakwa idealnya diaktualisasikan dalam kualitas takwa multidimensi: takwa personal, takwa mental spiritual, takwa moral, takwa sosial, dan takwa kultural. Takwa personal diwujudkan dengan sikap sami'na wa atha'na: ketaatan, ke ikhlasan, kekhusyukan, kedisip-linan, dan ketekunan beribadah kepada Allah.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA