Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Perempuan dan Olahraga

Sabtu 25 Agu 2018 19:20 WIB

Red: Agung Sasongko

Mahasiswa IPB menciptakan baju renang yang cocok dipakai oleh Muslimah yang berjilbab.

Mahasiswa IPB menciptakan baju renang yang cocok dipakai oleh Muslimah yang berjilbab.

Foto: Dok IPB
Raga manusia adalah anugerah Allah SWT yang perlu dipelihara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ajaran Islam disyaratkan Allah SWT untuk memelihara lima hal, yaitu memelihara agama, jiwa, akal, harta, serta kehormatan atau keturunan manusia. Setiap usaha untuk mendukung terpelihara dan berkembangnya hal tersebut sangat didukung oleh Islam. Sebaliknya, setiap langkah yang meng arah pada terabaikannya lima pokok di atas maka akan bertentangan pula den gan Islam.

Raga manusia adalah anugerah Allah SWT yang perlu dipelihara. Nabi Muhammad SAW bersabda, Sesungguhnya, jasadmu (badanmu) memiliki hak atas dirimu (HR Bukhari dan Mus lim). Menurut penjelasan yang dipaparkan Quraish Shihab dalam bukunya, Perempuan, hadis tersebut mengandung makna bahwa badan harus dipelihara sebaik-baiknya dan jangan dibebani melebihi kemam- puannya agar tubuh dapat tetap sehat dan berfungsi optimal.

Berolahraga adalah upaya yang perlu dilakukan untuk memelihara jasmani. Bahkan, dalam sebuah riwayat, Rasulullah berpesan pada orang tua agar mengajarkan olahraga kepada anak-anak mereka. Dalam pesan- nya, Rasulullah SAW berkata, Ajarkanlah anak-anak kamu renang, memanah, dan menunggang kuda.

Rasulullah SAW juga bersabda, Tiadalah sesuatu yang melengahkan dan terpuji kecuali tiga hal, yakni pengajaran yang dilakukan seseorang terhadap kudanya, senda gurau suami terhadap istinya, dan melepaskan busur panah. Itu adalah bagian dari hak.

Siapa yang meninggalkan panahan setelah dia mengetahuinya karena tidak senang padanya, (sesuangguh- nya) ia telah mengabaikan nikmat atau ia telah mensyukurinya.

Olahraga bukan hanya dapat dilakukan oleh kaum Adam, melainkan juga kaum Hawa. Rasulullah SAW bahkan selalu mengikutsertakan istrinya, Aisyah RA, untuk berolahraga dan berlomba. Dengan berolahraga, bukan hanya menghasilkan tubuh yang sehat, melainkan juga jiwa yang sehat. Melalui olahraga, seseorang dapat memahami makna sabar dan sportif.

Dalam konteks olahraga, perlu diingat bahwa terdapat beberapa perbedaan antara lelaki dan perempuan. Paru-paru lelaki dapat menghirup lebih banyak udara dibandingkan perempuan. Di sisi lain, perempuan memiliki denyut jantung yang lebih cepat dibandingkan lelaki. Secara fisik, lelaki lebih mantap dalam menjalani olahraga berat karena mereka memiliki suhu badan dan tingkat gula serta kalium yang stabil, berbeda dengan perempuan yang rawan mengalami kadar darah rendah atau pingsan saat melakukan olahraga berat.

Para dokter menyarankan agar para perempuan mampu memiliki kegiatan olahraga yang sesuai dengan kemampuan jasmaninya. Dalam kenyataannya, banyak jenis olahraga yang diikuti para lelaki dan perempuan, tapi terdapat beberapa ketentuan yang berbeda. Hal ini bukan karena merendahkan satu pihak dan mengistimewakan pihak lain, tapi dis- esuaikan dengan kemampuan dan kemaslahatan mereka masing-masing.

Pada masa Rasulullah SAW, ada se pasang suami istri menemui Rasulullah SAW, lalu sang suami mengatakan bahwa istrinya membawa sebilah pisau. Nabi pun bertanya mengapa sang istri membawa pisau tersebut.

Lalu dia menjawab, Untuk meni kam mu suh bila aku menemuinya. Mendengar jawaban perempuan itu, Rasulullah pun tertawa dan membolehkannya membawa senjata demi melindungi diri dari bahaya.

Perempuan dan Olahraga Dalam hal ini, agama membebaskan perempuan memilih cabang olahraga yang mereka minati, dengan batasan harus sesuai dengan kemampuan fisiknya dan tidak berten- tangan dengan nilai-nilai agama. Namun, ironinya, banyak cabang olahraga yang mewa- jibkan atlet wanita untuk berpakaian minim tanpa ada alasan yang jelas, bahkan cenderung hanya untuk menampakkan keindahan tubuh.

Perlu ditegaskan bahwa Islam tidak pernah melarang penganutnya untuk berolahraga, Islam sejatinya hanya menuntut pakaian yang indah, menarik dan menutup aurat, sehingga menghindari timbulnya rangsangan seks yang dapat membahayakan perempuan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA