Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Delapan Golongan Wanita yang Jauh dari Rahmat-Nya

Ahad 13 Mei 2018 15:10 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Agung Sasongko

Muslimah

Muslimah

Foto: Reuters
Dalam sejumlah hadis dijelaskan tak sedikit wanita yang dilaknat Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Allah SWT dan rasul-Nya telah menggariskan batasan yang boleh dilakukan oleh para Muslimah dan tidak. Sebagai hamba beriman, sudah selayaknya kita menaati perintah tersebut agar dekat dari rahmat-Nya. Terdapat beberapa hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa tidak sedikit wanita yang mendapatkan laknat Allah dan jauh dari rahmat-Nya.

Allah melaknat wanita yang menato, meminta ditato, wanita yang menghilangkan bulu di wajah, wanita yang merenggangkan giginya agar terlihat cantik, serta wanita yang mengubah ciptaan Allah.(HR Bukhari).

Pertama, wanita yang mengubah dirinya, seperti melakukan operasi plastik untuk menambah atau mengurangi satu bagian tubuh atau wajahnya. Hal demikian termasuk dalam kategori mengubah ciptaan Allah.

Semakin bervariasinya jenis operasi plastik, maka semakin mudah pula orang memutuskan untuk mengubah diri mereka, dari operasi wajah baik untuk meniruskan pipi, membesarkan mata, memancungkan hidung, ataupun mengganti alat kelamin.

Kedua, menghilangkan alis, baik dicukur menggunakan pisau, laser, maupun alat pencukur lainnya. Bukan hanya itu, semakin berkembangnya teknologi dan semakin tingginya keinginan untuk tampil cantik, tak sedikit wanita yang rela melakukan sulam atau tato alis yang menyakitkan dan merogoh kocek mahal.

Rasulullah bersabda, Allah melaknat wanita yang menato, wanita yang minta ditato, wanita yang menghilangkan bulu di wajah, dan wanita yang meminta bulu wajahnya dihilangkan.(HR Muslim).

Bulu wajah yang dimaksud adalah bulu alis yang pada dasarnya diciptakan Allah untuk melindungi mata. Sedangkan, bulu wajah, seperti jenggot dan kumis pada wanita, dalam satu hadis justru disunahkan untuk dicukur.

Apabila ada seorang wanita yang pada wajahnya ditumbuhi rambut kumis dan jenggot, dihalalkan bagi mereka untuk menghilangkannya, bahkan hal itu termasuk amalan sunah, bahkan bisa wajib. (HR Ahmad).

Ketiga, wanita yang menghina Islam, Nabi Muhammad SAW, dan para sahabat.

Barang siapa yang melontarkan hinaan tersebut, baik dari perkataan maupun tindakan, maka Allah memastikan turunnya laknat atas mereka.

Rasulullah bersabda, Jika kalian melihat orang- orang yang mencaci maki sahabat-saha- batku, maka katakanlah: `Laknat Allah atas keburukan kalian'.(HR Tirmidzi).

Keempat, wanita yang menyerupai laki-laki. Semakin berkembangnya mode gaya busana, wanita semakin bebas meng ekspresikan diri dengan tampilan busana, salah satunya dengan memilih pakaian yang menyerupai laki-laki.

Dalam hal ini, Rasulullah dengan tegas menyatakan bahwa golongan ini dipastikan mendapatkan laknat Allah. Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki- laki.(HR Ahmad).

Secara khusus, Nabi SAW pun menyebut wanita yang mengenakan pakaian pria.

Rasulullah SAW melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria. (HR Abu Dawud).

Kelima, wanita yang menyambung rambut. Mode bukan hanya berkembang dalam bidang busana, melainkan juga gaya rambut. Banyak wanita yang tak ragu menggunakan rambut palsu atau menyambung rambutnya agar terlihat cantik.

Nyatanya rambut merupakan salah satu aurat yang harus ditutup, kecuali dengan mahramnya. Bahwa Nabi Muhammad melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang meminta rambutnya disambung. (Muttafaq`alaih).

Keenam, wanita penyuka sesama jenis.Kejadian ini memang bukan hal baru karena telah terjadi pula pada zaman Nabi Luth.Bahkan, di beberapa negara, penikahan sesama jenis memang sudah banyak diperbolehkan.

Istilah lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT) juga tidak asing lagi di telinga, dan semakin menjamur. Nyatanya Allah telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan, yaitu pria dan wanita atau jantan dan betina, agar mereka mampu beranak pinak dan mensyukuri kebesaran Allah.

Dan segala sesuatu kamu ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat kebesaran Allah.(QS adz-Dzariyat: 49).

Ketujuh, wanita pelaku riba. Riba tergolong sebagai dosa besar karena sama halnya memakan harta yang bukan miliknya. Allah SWT juga memastikan hilangnya keberkahan pada harta hasil riba, bahkan melaknatnya.

Rasulullah SAW melaknat orang yang memakan (pemakai) riba, orang yang memberi riba, saksi, dan pencatat (dalam transaksi riba).(HR Ahmad).

Terakhir adalah laknat bagi orang yang menerima atau memberi uang suap. Dalam hadis riwayat Abu Dawud, di terangkan laknat Rasulullah bagi mereka yang melakukan riba. Rasulullah SAW melaknat orang yang menyuap dan menerima suap dalam hukum/pengadi- lan. (HR Abu Dawud).

(Baca Juga: Mencukur Ali Bagi Muslimah?)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA