Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Alhamdulillah, Gaji PNS Bisa Dibayar Lewat Bank Syariah

Selasa 16 Feb 2016 17:33 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Achmad Syalaby

 Ilustrasi Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Ilustrasi Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Foto: setkab.go.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pembayaran gaji pegawai negeri sipil (PNS) melalui perbankan syariah yang didukung PMK No 11/2016 dinilai positif. Dengan begitu, bank syariah bisa memperoleh CASA yang membuat biaya dana jadi kompetitif.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (Asbisindo) Achmad K. Permana mengatakan, Asbisindo sudah lama mengusulkan pembayaran gaji PNS melalui perbankan syariah.

Setelah sama ini didominasi perbankan konvensional terutama bank BUMN, Asbisindo berharap kesempatan bank syariah makin terbuka, baik bank syariah anak bank BUMN maupun yang bukan.''Selama ini banyak PNS yang mau penyaluran gajinya melalui bank syariah, tapi belum difasilitasi. Ini positif buat perbankan syariah,'' ungkap Permana, Selasa (16/3).

Asbisindo melihat proses aliran APBN untuk belanja pegawai negara ini akan berjalan bertahap. Berbeda dengan dana haji yang eksklusif harus ditangani perbankan syariah.

Karena pemerintah masih membolehkan pembayaran gaji PNS melalui bank konvesional juga, bank syariah tentu harus berkompetisi. Tinggal bagaimana bank-bank syariah bisa mendekati satuan kerja kementerian dan lembaga.

Permana menyebut ada beberapa manfaat besar atas PMK 11/2016. Di sisi dana, aliran gaji PNS bisa meningkatkan dana murah (CASA) dan meningkatkan basis nasabah. Dengan begitu, bank syariah bisa cross selling produk ke nasabah PNS.

Dengan banyaknya dana murah, margin bank syariah ikut naik karena spread meningkat dan BOPO bisa turun. Sehingga performa bank syariah bisa lebih baik.

Soal syarat kemampuan layanan interkoneksi yang andal dan manajemen kas yang harus dimiliki bank pembayar gaji PNS, Permana mengatakan layanan itu sudah jadi standar perbankan, termasuk pada bank syariah. Sebab nasabah akan meninggalkan bank syariah yang tidak punya layanan berbasis teknologi yang bagus.

Bank syariah juga kini tidak terpaku pada nasabah syariah loyalis, tapi juga pada syariah rasional yang sebagiannya adalah PNS yang hidup di perkotaan. Karena itu, keunikan produk dan setaraan layanan dengan dukungan teknologi jadi keharusan bagi bank syariah. ''Bank syariah siap dan sudah punya produk perbankan berbasis teknologi,'' kata Permana.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA