Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Anjuran Menjenguk Orang Sakit (2-habis)

Rabu 09 Jan 2013 13:59 WIB

Red: Chairul Akhmad

Pasien di rumah sakit (ilustrasi).

Pasien di rumah sakit (ilustrasi).

Foto: Antara/Izaac Mulyawan

REPUBLIKA.CO.ID, Makna perkataan Nabi SAW, "Tidak apa-apa, suci insya Allah," itu adalah bahwa beliau mengharapkan lenyapnya penyakit dan kepedihan dari orang Arab Badui.

Sebagaimana beliau mengharapkan penyakitnya akan menyucikannya dari dosa-dosanya dan menghapuskan kesalahan-kesalahannya.

Jika sembuh, maka ia mendapatkan dua macam faedah; dan jika tidak sembuh, maka dia mendapatkan keuntungan dengan dihapuskannya dosa dan kesalahannya.
 
Tetapi orang Badui itu sangat kasar tabiatnya, dia menolak harapan dan doa Nabi SAW, lalu Nabi menoleransinya dengan menuruti jalan pikirannya seraya berujar, "Oh ya, kalau begitu."  Artinya, jika kamu tidak mau, ya baiklah, terserah anggapanmu.
 
Disebutkan juga dalam “Fathul Bari” bahwa ad-Daulabi dalam “Al-Kuna” dan Ibnu Sakan dalam “Ash-Shahabah” meriwayatkan kisah orang Badui itu, dan dalam riwayat tersebut  disebutkan: Lalu Nabi SAW bersabda, "Apa yang telah diputuskan Allah pasti terjadi." Kemudian orang Badui itu meninggal dunia.
 
Diriwayatkan dari al-Mahlab bahwa ia berkata, "Pengertian hadis ini adalah bahwa tidak ada kekurangannya bagi pemimpin menjenguk rakyatnya yang sakit, meskipun dia seorang Badui yang kasar tabiatnya.”

“Juga tidak ada kekurangannya bagi orang yang mengerti menjenguk orang bodoh yang sakit untuk mengajarinya dan mengingatkannya akan hal-hal yang bermanfaat baginya, menyuruhnya bersabar agar tidak menggerutu kepada Allah yang dapat menyebabkan Allah benci kepadanya, menghiburnya untuk mengurangi penderitaannya, memberinya harapan akan kesembuhan penyakitnya, dan lain-lain hal untuk menenangkan hatinya dan hati keluarganya.”
 
“Di antara faedah lain hadis itu ialah bahwa seharusnya orang yang sakit itu menerima nasihat orang lain dan menjawabnya dengan jawaban yang baik.”

 


sumber : Fatawa Al-Qardhawi
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA