Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Sejarah Masuknya Islam ke Lesotho

Rabu 27 Mar 2019 22:45 WIB

Red: Agung Sasongko

Lesotho

Lesotho

Foto: [ist]
Komunitas Muslim lebih banyak ditemui di Utara Lesotho

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di laman South African History Online, Franco Frescura menulis, berbagai macam suku Sotho menghuni Tanah Basutho dan Free State pada abad ke-17. Pemimpin komunitas tersebut, Raja Moshoeshoe I, berhasil mempersatukan semua suku dan melawan invasi suku Zulu.

Tanah Basotho melakukan kontak pertama kali dengan Eropa pada 1833. Raja Moshoeshoe I mengizinkan tiga misionaris Prancis untuk  mendirikan pusat misi di Morija. Setelah itu, imigran Eropa lainnya, Belanda, mulai masuk.

Baca Juga

Pada 1836, Voortrekkers menduduki sebagian wilayah suku Basotho  dan memisahkannya menjadi area otonom, Orange Free State. Atas  mediasi Koloni Inggris yang berada di Cape, Basotho, dan Voortrekkers berhasil menemukan jalan keluar. Pada 1959, Tanah Basotho menjadi bagian Koloni Inggris dan berhasil memerdekakan diri pada 4 Oktober 1966.

Kanal komunikasi lintas agama, Patheos, mengungkap, negara seluas 30.355 kilometer persegi ini dihuni oleh sekira 1,9 juta jiwa dengan mayoritas Kristen.

Jika pemeluk Katolik bisa mudah ditemui di semua wilayah, komunitas Muslim lebih banyak ditemui di Distrik Butha-Buthe, Leribe, dan Berea yang berada di utara Lesotho. Warga Muslim ada sekira seribu jiwa. Jumlah ini fluktuatif karena ada pula Muslim Lesotho yang beremigrasi ke Afrika Selatan karena biaya hidup yang lebih murah dan keamanan yang lebih terjamin.

Sumber : Islam Digest Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA