Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Jejak Islam di Lesotho

Senin 04 Feb 2019 14:24 WIB

Red: Agung Sasongko

Lesotho

Lesotho

Foto: [ist]
Lesotho rumah bagi minoritas Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lesotho, sebuah negara kecil di tengah dataran Afrika Selatan,  menjadi rumah bagi sekira 1.000 Muslim. Persentasenya mencapai sekira 10 persen dari populasi Lesotho.

Bentang alam Lesotho cukup unik karena berada di ketinggian rata-rata 1.800 meter di atas permukaan laut. Dataran tinggi menyediakan padang penggembalaan yang luas bagi para peternak di negeri yang  hanya memiliki satu negara tetangga, Afrika Selatan, ini.

Bidang Demokrasi, HAM, dan Buruh Departemen Luar Negeri AS dalam laporan kebebasan beragama internasional pada 2005 menjelaskan, tidak ada agama resmi negara di Lesotho. Pemerintah membebaskan warganya menganut agama sesuai keyakinan masing-masing.

Kebijakan dan jaminan kebebasan beragama membuat Muslim di sana leluasa menjalankan kegiatannya. Namun, Kristen menjadi agama mayoritas setelah misionaris Prancis tiba di negara ini.

Pemerintah Lesotho juga membebaskan tiap agama mendapat bantuan dari negara manapun. Hanya saja, pemerintah mewajibkan terdaftarnya setiap organisasi keagamaan. Meski begitu, tidak ada hukuman jika pun tidak mendaftarkan organisasi agama. Meski sedikit, Muslim Lesotho memiliki organisasi Lesotho Muslim Association.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA