Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Cegah Kristenisasi, Penang Malaysia Perketat Syariat Islam

Jumat 08 Nov 2019 22:21 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Bendera Malaysia (ilustrasi)

Bendera Malaysia (ilustrasi)

Foto: Reuters
Dugaan Kristenisasi tengah mencuat di Penang.

REPUBLIKA.CO.ID, GEORGE TOWN – Pemerintah negara bagian Pulau Pinang (Penang), Malaysia, akan memperketat hukum syariah untuk membendung penyebaran agama lain kepada umat Islam di sana. 

Baca Juga

Wakil Ketua Menteri I, Ahmad Zakiyuddin Abdul Rahman (PH-Pinang Tunggal), mengatakan sudah ada hukum negara pada 1996 yang melarang menyebarkan agama lain kepada umat Islam. Dalam aturan tersebut, pelaku diadili di pengadilan sipil. 

Ia mengatakan, komite di bawah Majlis Agama Islam Penang (MAINPP) telah menyusun versi yang baru dari undang-undang tersebut dengan mempertimbangkan praktik terbaik dari negara-negara lain. 

Zakiyuddin mengatakan, di bawah undang-undang ini, di bawah Bagian 5 dari Penetapan Pelanggaran Syariah (Penang) 1996, pelaku akan menghadapi denda sebesar 3.000 ringgit atau dua tahun penjara jika didakwa karena menyebarkan agama selain Islam kepada Muslim.  

"Karena bagian ini secara tegas mengatakan harus diadili di pengadilan sipil, penegakan dan penangkapan harus dilakukan oleh polisi, dengan bantuan penasihat hukum dari Departemen Urusan Islam Penang," kata Zakiyuddin, dilansir di Free Malaysia Today, Jumat (8/11).

Awal pekan ini, jajaran oposisi telah menyuarakan keprihatinan tentang penyebaran Alkitab (Injil) dalam doa-doa Melayu dan Kristen di sekolah Islam. Namun, para backbencher (anggota parlemen dan senator yang tidak bertanggung jawab sebagai menteri) telah meredak kekhawatiran tersebut. 

Mereka mengatakan bahwa isu Injil itu adalah isu yang telah dikesampingkan dan terjadi lima tahun lalu. Adapun soal isu doa Kristen, menurut seorang perwakilan, hal itu adalah doa umum untuk persatuan. Seorang guru Islam, yang seharusnya mengucapkan doa Muslim di sekolah, dikatakan tidak hadir. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA