Wednesday, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 December 2018

Wednesday, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 December 2018

Empat Tantangan Pelajar Muslim di Sekolah Negeri AS

Jumat 09 Nov 2018 10:53 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Nashih Nashrullah

Kelompok Muslim Amerika Serikat mengampanyekan anti Islamofobia

Miami Valley Islamic Association (MVIA) yang berada di negara bagian Ohio, Amerika Serikat akan merayakan Hari Islam Ohio atau Islamic Day of Ohio.

Foto: Springfield News Sun
Para pelajar harus menghadapi berbagai kendala dan dilema sebagai Muslim.

Libur Hari Raya Muslim dan Libur Nasional Non-Muslim

Para pelajar usia dasar juga paling cemas mengenai hari libur dan perayaan. Hal ini termasuk perayaan Muslim. Mereka yang dijatuhi sanksi akan diamati di distrik sekolahnya. 

Siswa yang lebih muda dan memasuki sistem sekolah negeri mungkin tidak paham apa yang diharapkan, bahkan jika mereka memiliki anggota keluarga dari agama lain.

Ini adalah fakta bahwa sebagian besar distrik sekolah negeri ‘menutupi hari libur nasional Amerika dengan akar dalam teologi Kristen dengan istilah yang ‘sekuler’. 

Misalnya, Halloween diberi istilah ‘panen’ (harvest), perayaan Natal diberi label ‘musim dingin’, dan perayaan Paska sering disebut ‘musim semi’. Siswa Muslim cenderung tidak tertarik pada kebenaran ‘politik’ dari istilah-istilah tersebut dan mengakui, mengubah nama tidak akan mengubah fokus atau bahkan tujuaannya.

Para siswa Muslim tampaknya memiliki berbagai perasaan mengenai liburan. Seorang siswa marah karena pihak sekolah menandai dirinya absen atau tidak hadir tanpa izin pada saat Idul Fitri. 

Sementara beberapa siswa lainnya mengaku merasa bersalah karena mereka ingin merayakan hari besar tersebut. siswa lainnya mengungkapkan, mereka merayakan liburan Muslim maupun non-Muslim.

Siswa yang lebih tua menjelaskan, rasa frustasi, terutama dengan guru olahraga yang tidak tahu bagaimana atau tidak akan mengakomodasi mereka selama Ramadhan. 

Namun, keberadaan siswa yang tidak mengamati hari raya Kristen, benar-benar telah membuat sistem sekolah perlu memeriksa realitas di balik klaim pemisahan gereja dengan negara dan membantu menghasilkan lingkungan yang lebih inklusif, sensitif terhadap keberagaman para siswanya.

Dua distrik sekolah utama New Jersey, dan hanya tahun ini New York, sekarang mengamati kedua perayaan Idul Fitri. Manfaat tambahan dari distrik sekolah termasuk perayaan Idul Fitri adalah untuk membuka dialog dan pemahaman praktik Muslim yang disalahpahami dan diejek seperti kegiatan puasa serta ritual penyembelihan hewan jangka panjang.

 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Mengenang Tragedi Rawagede Karawang

Selasa , 11 Dec 2018, 23:21 WIB