Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Nostalgia Islam Libya di Bawah Sang Kolonel, Gaddafi

Jumat 12 Okt 2018 08:32 WIB

Rep: Marniati/ Red: Nashih Nashrullah

Masjid Agung Tripoli

Masjid Agung Tripoli

Foto: Wikipedia
Di bawah pemerintahan almarhum Muamar Gaddafi, peran Islam semakin meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, Islam adalah agama mayoritas di Libya. Sebanyak 97 persen warga Libya adalah Muslim.  Mayoritas Muslim  di negara ini bermazhab Suni Maliki. Pemeluk agama lain juga hidup berdampingan di negara yang terluas keempat di Benu Afrika itu. Di antaranya Kristen, Yahudi, dan Buddha. 

Umat Kristen biasanya terdiri dari orang asing yang menetap di negara tersebut. Ortodoks Koptik merupakan aliran Kristen yang berkiblat pada Kristen Mesir.

Aliran ini terbesar dan paling bersejarah di Libya. Ada lebih dari 60 ribu Koptik Mesir di Libya, jumlah ini merupakan  1 persen dari populasi Libya.  

Dan ada sekitar 40 ribu Katolik Roma di Libya yang dilayani oleh dua uskup, satu di Tripoli (melayani masyarakat Italia) dan satu di Benghazi (melayani masyarakat Maltese).

Islam telah mengakar kuat di negara Republik yang terletak di tepi Laut Tengah, Afrika Utara ini. Di bawah pemerintahan almarhum Muamar Gaddafi, peran Islam dalam kehidupan Libya menjadi semakin lebih penting. Gaddafi adalah seorang Muslim  yang taat. Ia memiliki keinginan kembali meninggikan Islam. 

Ia percaya kemurnian Islam telah ternoda karena waktu, terutama oleh pengaruh Eropa, baik selama dan setelah masa kolonial. Untuk itu,  kemurnian Islam harus dikembalikan oleh tindakan seperti pemulihan syariah sebagai dasar sistem hukum Libya, melakukan pelarangan terhadap pakaian yang tidak sopan dan pemurnian simbolik masjid.

photo

Qaddafi

Gaddafi juga percaya bahwa nilai Alquran sebagai panduan moral dan politik bagi dunia kontemporer. Menurutnya, Islam adalah satu-satunya sistem yang dapat membantu masalah-masalah politik, ekonomi, dan sosial.

Setelah dilantik, pemerintah Gaddafi langsung melakukan beberapa kebijakan.  Di antaranya menutup bar dan klub malam. Gaddafi juga mewajibkan penggunaan kalender Islam. 

Pada November 1973, hukum baru dikeluarkan. Hukum tersebut telah direvisi dan disesuaikan dengan syariah. Dan pada 1977, melalui sebuah forum pertemuan, Kongres memutuskan  bahwa semua aturan hukum di masa depan akan didasarkan pada Alquran .

Di antara hukum yang ditetapkan pemerintah Gaddafi yakni memberikan sanksi amputasi tangan dan kaki bagi pelaku perampokan bersenjata. Selain itu, hukum cambuk  diberikan kepada individu yang tidak melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan alasan yang syar’i. Hukum cambuk juga diberikan kepada pelaku pencabulan dan perzinahan.

Nilai-nilai ajaran Islam juga telah meresap dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat Libya. Tradisi-tradisi yang bertahan di negara ini banyak terpengerahui nilai keluhuran agama. 

Di antaranya, soal tata berbusana bagi perempuan di negara yang sebelah selatan berbatasan dengan Chad, barat dengan Aljazair, barat laut dengan Tunisia, barat daya dengan Nigeria, timur dengan Mesir, dan tenggara dengan Sudan. 

Menggunakan pakaian sopan merupakan hal penting di negara ini. Apalagi bagi seorang perempuan. Perempuan Muslimah juga dianjurkan mengenakan jilbab, apalagi saat mengunjungi masjid, kuburan, atau situs keagamaan.

Di Libya, khusunya di Tripoli pasangan yang baru menikah biasanya menempati rumah mereka sendiri. Hal ini menjadi penting untuk menjaga martabat, kehormatan, dan reputasi yang baik dari keluarga melalui perilaku mereka sendiri. Ini adalah budaya kolektif. 

Demi menjadi  rasa harmoni, orang akan selalu bertindak dengan sopan dan tidak melakukan apa pun yang menyebabkan seseorang malu di muka umum. Kepentingan pribadi sering dikesampingkan demi kepentingan kelompok.

Dalam bersilaturahim, warga Libya memiliki tradisi membawa sesuatu yang manis seperti kue-kue, buah atau hadiah kecil khas daerah setempat. Jika seorang pria harus memberikan hadiah kepada seorang perempuan, ia harus mengatakan hadiah tersebut dari istrinya, ibu, saudara, atau relasi perempuan lainnya.

Sebuah hadiah untuk anak-anak akan selalu dikemas dengan bentuk yang berbeda. Hadiah diberikan dengan dua tangan atau tangan kanan. Dan hadiah umumnya tidak dibuka saat diterima. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA