Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Muslim di Luar Agra Dicegah Shalat Jumat di Masjid Taj Mahal

Selasa 10 Jul 2018 09:34 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Andi Nur Aminah

Taj Mahal

Taj Mahal

Foto: antara
Masuknya orang luar dinilai bisa berdampak buruk terhadap keamanan monumen.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Mahkamah Agung India Senin (9/7) menolak mengizinkan orang luar untuk melaksanakan 'namaz' (shalat Jumat) di sebuah masjid yang berdekatan dengan Taj Mahal. Dipimpin oleh Hakim AK Sikri dan Hakim Ashok Bhushan, pengadilan mengatakan bahwa tidak ada kebutuhan untuk melaksanakan shalat di Taj Mahal saja.

Dalam hal ini, MA menolak permintaan yang diajukan terhadap pemerintah Agra di negara bagian Uttar Pradesh, yang mengeluarkan keputusan yang membatasi umat Muslim yang tidak tinggal di daerah itu umelaksanakan shalat Jumat di masjid di dalam kompleks Taj Mahal. "Mengapa orang-orang harus pergi ke Taj Mahal untuk shalat, ada masjid lain juga di mana mereka dapat melaksanakan ibadah shalat mereka," tanya hakim, seperti dilansir di Gulf Today, Selasa (10/7).

Pemohon bernama Syed Ibrahim Hussain Zaidi, yang merupakan presiden Komite Manajemen Masjid Taj Mahal, berpendapat bahwa sejumlah wisatawan mengunjungi kota itu sepanjang tahun. Ia mengatakan, keputusan untuk melarang mereka melaksanakan shalat Jumat di masjid tersebut adalah sesuatu yang ilegal.

Baca: Masjid Unik di Mumbai Ini Terletak di Tengah Jalan

Sebelumnya, pemerintah di distrik Agra memastikan keamanan yang begitu ketat ke situs warisan dunia yang merupakan monumen abad ke-17 tersebut pada 24 Januari lalu. Otoritas distrik mengeluarkan peraturan bahwa hanya mereka yang memiliki kartu identitas yang sah akan diizinkan masuk ke kompleks monumen tersebut untuk menjalankan shalat Jumat. Namun demikian, Taj Mahal tetap tertutup bagi wisatawan dan hanya Muslim yang tinggal di Agra yang diizinkan masuk.

Menurut keputusan itu, masuknya orang luar dapat berdampak buruk terhadap keamanan monumen. Hal itu muncul setelah adanya keluhan bahwa orang luar, termasuk orang Bangladesh dan non-India, memasuki kompleks Taj Mahal pada Jumat dengan dalih melaksanakan shalat.

Beberapa tahun yang lalu, Survei Arkeologi India melarang orang asing melaksanakan shalat di masjid pada Jumat. Itu dilakukan setelah adanya kecurigaan bahwa wisatawan memanfaatkan shalat Jumat agar tidak dikenakan biaya saat masuk monumen. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES