Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Bocah Nigeria Jadi Hafiz Alquran di Usia Tiga Tahun

Senin 02 Jul 2018 05:00 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi Anak membaca Alquran

Ilustrasi Anak membaca Alquran

Foto: AP /Allauddin Khan
Kini berusia lima tahun, Shamsudeen dianugerahi penghargaan.

REPUBLIKA.CO.ID, ZARIA -- Emir Zazzau (Emirat Zaria) di negara bagian Kaduna di Nigeria, Alhaji Shehu Idris, memberikan penghargaan atas keunggulan yang dimiliki seorang murid bernama Muhammad Shamsudeen. Sang anak dianugerahi penghargaan karena mampu menghafal Alquran dalam usia tiga tahun.

Pada 2016 bertepatan dengan usia tiga tahun, Shamsudeen menghafal Alquran secara lengkap. Hal ini membuatnya lolos untuk berpartisipasi dalam kompetisi internasional di Arab Saudi.

Dalam kompetisi itu, ia berada di urutan kedua. Kini, Shamsudeen telah berusia lima tahun.

Karena kemampuannya itulah, Emir baru-baru ini memberikan penghargaan kepada anak laki-laki tersebut di istananya di Zaria. Emir, yang berbicara melalui salah satu pemimpinnya, Alhaji Shehu Garba, mengatakan kepada keluarga Shamsudeen dan para simpatisan istananya akan terus mengakui dan menghargai keunggulan yang dimiliki warganya.

Pemimpin tradisional berusia 80 tahun ini memuji orang tua sang anak dan sekolahnya karena membantunya menghafal Alquran dalam waktu kurang dari dua tahun. Selain itu, juga karena mewakili Nigeria dalam kompetisi internasional.

"Emirat Zazzau bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberkati kami dengan anak kecil yang luar biasa ini. Anak lelaki dan sekolahnya telah bekerja dengan baik dan itulah mengapa kami menghormati mereka hari ini di istana," kata Alhaji Shehu Idris, dilansir di Nigerian Tribune, Jumat (29/6). 

Sang Emir mengatakan, emirat ini akan terus mengakui dan mengapresiasi kemampuan keunggulan di semua level dan di seluruh tingkatan usia. Ia mengaku bangga dengan Shamsudeen, yang telah mewakili Negara Bagian Kaduna dengan baik di tingkat lokal, nasional dan internasional.

"Kami memuji ibunya yang telah ada untuknya sejak dia kehilangan ayahnya pada usia enam bulan. Kami juga berterima kasih kepada Kelompok Sekolah Profesor Internasional, di sini di Zaria, terutama manajemen dan para guru dari Shamsudeen atas pekerjaan baik yang mereka lakukan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA