Tuesday, 11 Rabiul Akhir 1440 / 18 December 2018

Tuesday, 11 Rabiul Akhir 1440 / 18 December 2018

Malaysia Cari Wisatawan yang Menari di Masjid Kinabalu

Ahad 24 Jun 2018 18:55 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Agung Sasongko

Dua orang perempuan diketahui menari di depan Masjid Kinabalu, Malaysia.

Dua orang perempuan diketahui menari di depan Masjid Kinabalu, Malaysia.

Foto: Screen Capture
Kementerian berjanji akan mengambil langkah tegas untuk merespons aksi tersebut

REPUBLIKA.CO.ID, KINABALU CITY -- Kementerian Pariwisata, Kebudayaan, dan Lingkungan Sabah, Malaysia mencari dua perempuan yang ada dalam video viral sedang menari di atas pagar masjid Kota Kinabalu. Kementerian berjanji akan mengambil langkah tegas untuk merespons aksi tersebut, Ahad (24/6).

Asisten Menteri Pariwisata, Kebudayaan dan Lingkungan Sabah, Assafal Alian mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa tindakan mereka keterlaluan dan tidak sopan. Terutama karena hal tersebut dilakukan di tempat ibadah.

"Tindakan para turis di tempat religius ini menunjukkan kurangnya rasa hormat kepada komunitas Muslim kami serta keramahan yang diberikan kepada mereka," katanya dilansir The Star.

Ia mengatakan Kementerian tidak akan membiarkan masalah ini karena Sabah adalah wilayah multi-rasial dan multi-agama. Sabah tidak akan berdiam dan tidak melakukan apa pun meskipun insiden serupa yang melibatkan wisatawan seperti ini terjadi di mana-mana di dunia.

"Setelah kami mengidentifikasi kebangsaan dari orang-orang yang terlibat, tindakan yang tegas akan diambil terhadap mereka dan operator grup," tambahnya.

Dia mengatakan semua orang perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa pengunjung menikmati kunjungan mereka di Sabah. Tidak terlepas juga dengan menunjukkan rasa hormat mereka terhadap budaya lokal, kepercayaan dan masyarakat di sini.

"Kementerian akan terus melibatkan operator tur dan pemangku kepentingan secara teratur, termasuk pemilik tempat wisata di Sabah, dan di daerah-daerah sensitif tertentu seperti bangunan keagamaan dan tempat-tempat suci," kata Assafal.

Kementerian juga berencana untuk memperkenalkan kebijakan pembatasan kapasitas maksimum di tempat-tempat wisata, termasuk tempat-tempat ibadah. Hal ini untuk kelancaran perjalanan antara jamaah dan pengunjung yang datang ke daerah itu.

Sementara, Ketua Masjid Kota Kinabalu, Jamal Sakalan mengatakan masjid mulai ditutup pada Ahad karena insiden tersebut. Semua bus ekspres, kendaraan Grab dan taksi tidak diizinkan membawa turis ke masjid dan sekitarnya.

Kendaraan ini juga tidak bisa parkir di kompleks masjid. Hanya taksi yang terdaftar di manajemen masjid saja yang diizinkan.

Dalam video sembilan detik yang diunggah di Facebook, dua perempuan terlihat menari di atas pagar dengan masjid di belakang mereka. Sementara ada satu perempuan lain yang tampak mengambil video mereka.

"Manajemen telah menyatakan kekecewaan sepenuhnya dengan tindakan beberapa wisatawan meskipun telah diberi penjelasan tentang kode etik saat berada di kompleks masjid," katanya dalam sebuah pernyataan.

Jamal menambahkan bahwa untuk menegakkan citra dan kesucian Islam dan masjid, manajemen akan mengadakan diskusi lebih lanjut dengan operator tur. Agar kedua pihak menemukan cara terbaik untuk memastikan keberlanjutan industri pariwisata Sabah dan tetap menghormati sekitar.

Dia juga mengatakan bahwa masjid akan mempekerjakan lebih banyak korps sukarelawan sipil, atau anggota RELA, untuk menjaga gedung dan kompleksnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES