Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Alquran Mini Dipamerkan Perdana di Israel

Selasa 12 Juni 2018 09:05 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Ani Nursalikah

Alquran (Ilustrasi)

Alquran (Ilustrasi)

Alquran tersebut ditulis tanpa tanda baca.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Sebuah Alquran dari abad ke-10 yang unik dipajang untuk pertama kalinya di Israel. Alquran berukuran mini dipamerkan sebagai bagian dari koleksi manuskrip Islam yang ditampilkan di Perpustakaan Nasional Israel untuk menandai bulan suci Ramadhan.

Sebanyak 16 manuskrip yang semuanya berasal dari abad 10 hingga 18, dipamerkan secara khusus. Sebuah ruangan kecil dengan pintu masuk dihiasi dengan bunga yang menyerupai naskah di etalase menjadi tempat tampilannya sementara.

"Kami telah membuka sebuah pameran kecil tentang manuskrip Islam yang indah dan langka yang menceritakan kisah budaya Islam selama seribu tahun," kata kurator Raquel Ukeles, Senin (11/6).

Pameran yang dimulai di bulan Ramadhan ini disebut "Mutiara Terpilih dari Koleksi Islam". Menurutnya, di Israel budaya minoritas sering tidak mendapatkan cukup waktu dan ruang. Budaya Yahudi adalah budaya mayoritas.

Perpustakaan Nasional memiliki peran mengangkatnya ke permukaan. Pameran koleksi Islam perpustakaan untuk menarik perhatian dan memperluas kesadaran bagi penduduk.

"Dan membuat ruang dalam kesadaran sosial dan budaya Israel untuk budaya Islam," katanya.

Salah satu benda bersejarah yang ditampilkan dalam pameran adalah Alquran yang berukuran sangat kecil dan rapuh dari abad ke-10. Ukurannya hanya 68 x 37 milimeter (2,5 inci x 1,5 inci).

Pameran ini menjadi yang pertama kalinya Alquran mini tersebut ditampilkan untuk umum. Ukeles mengatakan Alquran tersebut adalah barang yang sangat rapuh, tapi terawetkan dengan baik.

"Yang istimewa tentang item ini adalah ia ditulis tanpa tanda baca atau vokalisasi apa pun," kata Ukeles.

Secara umum, Perpustakaan Nasional Israel memiliki koleksi 1.800 manuskrip Islam. Koleksinya meliputi Alquran, gulungan, dan ilustrasi berumur berabad-abad lainnya.

Ukeles menggambarkan gulungan bercerita tentang berbagai kisah. Ia mengaku tertarik pada kisah Layla dan Majnun, sebuah kisah cinta kuno yang digambarkan sebagai versi Persia dari Romeo dan Juliet. Naskah disertai dengan ilustrasi berwarna-warni yang menggambarkan dua kekasih muda yang dipaksa terpisah karena perbedaan suku.

Perpustakaan Nasional Israel memiliki salah satu koleksi penelitian terbesar di Timur Tengah. Mereka telah menyelenggarakan program publik pada Ramadhan selama lima tahun terakhir.

"Ramadhan adalah bulan dengan kegiatan keagamaan intensif, tetapi juga punya ruang untuk kegiatan budaya, jadi ini adalah kesempatan bagus untuk menarik perhatian Muslim secara umum," kata Ukeles.

Islam adalah agama dominan minoritas Arab Israel. Proporsinya sekitar seperlima populasi penduduk. Selain itu, pemeluk Islam adalah orang-orang Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sumber : AP
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES