Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

UNHCR Serukan Umat Islam Salurkan Zakat untuk Pengungsi

Jumat 08 Juni 2018 16:43 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agung Sasongko

Pengungsi Suriah

Pengungsi Suriah

Foto: AP
Saat ini donasi zakat dari sektor publik dan swasta dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID,  DUBAI -- Badan Pengungsi PBB UNHCR menyerukan umat Islam untuk mengalokasikan Zakat mereka bagi keluarga pengungsi sebelum akhir bulan suci Ramadhan. Hal itu karena begitu banyaknya keluarga pengungsi di Yordania dan Lebanon, termasuk wanita dan anak-anak, yang hidup jauh di bawah garis kemiskinan. Mereka harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

UNHCR menyediakan bantuan uang tunai yang sangat dibutuhkan bagi para keluarga pengungsi Suriah tanpa sumber pendapatan alternatif apapun. Hal ini dimungkinkan melalui mekanisme inovatif, terutama inisiatif Zakat UNHCR, yang merupakan rute terpercaya dan efisien bagi orang yang memenuhi kewajiban zakat mereka.

Sejauh ini, donasi zakat dari sektor publik dan swasta dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Kuwait, telah sangat membantu para pengungsi. Bantuan itu membuat UNHCR lebih dekat untuk mengumpulkan dana yang diperlukan guna memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi dan pegungsi internal di tengah krisis pengungsi global.

Kontribusi zakat tahun ini dilaporkan telah menyelamatkan sebanyak 1.152 keluarga pengungsi di Yordania dan Lebanon dari kemiskinan dan dari resiko eksploitasi. Namun, sebanyak 5.465 keluarga masih membutuhkan bantuan uang tunai yang berkelanjutan. UNHCR mengatakan, terdapat sumbangan sekitar 8.000 dirham dari pemberian makanan, pakaian, dan rumah-rumah keluarga yang sangat rentan selama satu tahun ini.

"Kami sangat berterima kasih atas sumbangan yang kami terima sejauh ini. Ketika kita memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, kami mengimbau Muslim untuk mengalokasikan Zakat mereka untuk berjuang keluarga pengungsi melalui inisiatif Zakat UNHCR. Alokasi tersebut dijamin akan membuat perbedaan langsung dalam kehidupan masyarakat pengungsi yang paling rentan di Timur Tengah," kata Kepala Sektor Swasta Kemitraan untuk UNHCR di wilayah MENA, Houssam Chahine, dilansir di Gulf Today, Jumat (8/6).

Chahine mengatakan, kontribusi tersebut akan menyelamatkan keluarga yang hanya mengandalkan bantuan bulanan dari UNHCR untuk mereka bertahan hidup dari kemiskinan ekstrim. Kampanye zakat tahun ini telah didirikan UNHCR sebagai rute terpercaya bagi donasi zakat. Setidaknya, hampir 1 juta dolar dihasilkan dalam pekan pertama Ramahan dari orang-orang di seluruh negara Teluk (Gulf Cooperation Council), Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

"Bantu kami menjaga atap dari kepala mereka, makanan di atas meja mereka, dan air bersih untuk diminum. Keluarga pengungsi yang memenuhi syarat membutuhkan zakat anda," lanjut Chahine.

Inisiatif zakat UNHCR didukung oleh fatwa dari para ulama dan institusi Islam terkemuka. Inisiatif tersebut juga tunduk pada tata kelola yang ketat, yang memastikan transparansi di setiap langkah, mulai dari sumbangan hingga penyediaan bantuan. UNHCR hanya mengadopsi pendekatan digital untuk membayar zakat, guna memastikan keamanan, efisiensi, transparansi, dan ketenangan pikiran.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES