Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

Maghrib Akbar Perdana Ustaz Abdul Somad di Sydney

Kamis 26 April 2018 20:29 WIB

Red: Budi Raharjo

Ustaz Abdul Somad di Sydney, Australia.

Ustaz Abdul Somad di Sydney, Australia.

Foto: Human Initiative
Maghrib Akbar ini adalah ceramah pertama Ustaz Abdul Somad di Sydney Australia

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Ustaz Abdul Somad menyampaikan ceramah di acara Maghrib Akbar yang diadakan oleh komunitas IQRO Foundation di Sydney, Australia, Rabu (25/4). Acara diadakan bertepatan dengan hari libur nasional ANZAC Day di Gedung Croatian Club, Punchbowl.

IQRO Foundation merupakan komunitas Indonesia yang berbasis di suburb Wiley Park, Sydney Australia. Komunitas ini sering mengadakan acara-acara besar tahunan seperti ini, salah satunya seminar bersama pakar pendidikan anak Ibu Elly Risman tahun 2017 di tempat yang sama.

Acara ini dihadiri sekitar 1.500 orang yang wajib mendaftar sebelumnya melalui sms. Sebenarnya lebih dari 1.700 orang yang mendaftar namun panitia terpaksa membatasi jumlah pengunjung untuk menjaga ketentraman dan kenyamanan pengunjung serta lingkungan sekitar.

Maghrib Akbar ini adalah ceramah pertama Ustaz Abdul Somad di Sydney Australia. Tema yang diangkat adalah Membangun Komunitas Muslim Indonesia yang Peduli Australia Indonesia. Sebelum memberikan ceramah di kota Sydney, Ustaz sudah memberikan ceramah di kota Canberra yang diadakan oleh AIMFACT sehari sebelumnya.

Hadir membuka acara ini Konsul Jenderal RI untuk New South Wales, Queensland dan South Australia, Heru Subolo. Ia mengatakan tema yang diangkat tepat sekali bagi upaya kita semua dalam meningkatkan "people to people" contact antara Indonesia dan Australia. "Acara ini juga sangat bagus karena selain menjalin silaturahim antar kita sekaligus silaturahim dengan Sang Khaliq dengan Maghrib berjamaah," ujar dia.

Dalam ceramahnya, Ustaz menekankan pentingnya membangun komunitas bersama berbagai elemen masyarakat sesuai dengan fungsi masing-masing. Ia menganalogikan seperti sebuah bangunan yang ada berbagai elemen seperti pondasi, tiang, atap dan cat. Tiap elemen tidak semua tampil di depan.

Begitu juga kontribusi orang, ada yang pintar bicara ada juga yang tidak pintar bicara tetapi banyak bekerja. "Semasa Nabi Muhammad SAW, ada sahabat yang tua santun seperti Abu Bakar, muda tegas seperti Umar bin Khattab, dan tidak muda tetapi banyak harta seperti Utsman bin Affan," ujar Ustaz Somad.

Selain itu diperlukan juga keikhlasan dalam membangun komunitas jangan sampai ada yang mengatakan "kalaulah bukan karena aku". Karena dalam Alquran yang menyebutkan aku ada 3 yaitu Firaun, Qarun dan Iblis.

Selain itu kita juga harus ikhlas karena kalau kita beramal ingin dipuji bisa jadi syirik ataupun tidak jadi karena takut dipuji bisa jadi riya. Maka tetaplah beramal namun ketika ada bisikan syetan maka banyak berdzikirlah kepada Allah SWT.

photo

Ustaz Abdul Somad di Sydney, Australia.

Pembangunan komunitas juga penting untuk melindungi masyarakat karena selayaknya bangunan itu harus mampu melindungi orang yang berada di dalamnya. Jangan seperti bangunan istana pasir di pinggir pantai. "Cantik dan indah dipandang tetapi dapat hancur ketika ada ombak yang menghantam," kata Ustaz Somad.

Ceramah ini ditutup dengan sesi tanya jawab khas Ustad Abdul Somad dan doa bersama. Sehari setelahnya Ustaz melanjutkan ceramah di kota Melbourne yang diadakan oleh Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV).

Human Initiative merupakan lembaga sosial yang memiliki 3 program utama yaitu inisiatif membantu yatim (Initiative for Children), inisiatif membantu pemberdayaan (Initiative for Empowerment) dan inisiatif membantu korban bencana alam (Initiative for Disaster). Dukungan ini merupakan salah satu bukti komitmen Human Initiative dalam membantu kegiatan yang diadakan oleh komunitas Indonesia di seluruh Australia.

Selain menjadi sponsor, Human Initiative juga memberikan kalender imsakiyah serta hiburan Hand Painting untuk anak-anak yang hadir bersama orang tuanya sehingga para orang tua dapat mendengarkan ceramah Ustadz dengan baik. Anak-anak yang hadir terlihat berjejer mengantri sangat antusias dan senang dengan kegiatan Hand Painting ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES