Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Masjid di Lautan Awan

Selasa 24 April 2018 04:21 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Ani Nursalikah

Masjid Haci Yusuf Ylmaz di ketinggian 1.160 meter di Gunung Kbleda di provinsi Rize, Turki.

Masjid Haci Yusuf Ylmaz di ketinggian 1.160 meter di Gunung Kbleda di provinsi Rize, Turki.

Foto: Daily Sabah
Masjid Haci Yusuf Yilmaz berada di ketinggian 1.160 meter dari permukaan laut.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Dua tahun setelah peresmiannya, sebuah masjid di puncak gunung di Laut Hitam tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Apa yang membedakan Masjid Haci Yusuf Yilmaz kecil di Gunung Kbleda di Provinsi Rize dari yang lain di wilayah ini adalah pemandangan hutan yang subur.

Lokasi magis ini memberikan kesempatan bagi penggemar fotografi yang ingin mengambil gambar di luar kebiasaan. Mereka bisa memotret "masjid di antara awan". Masjid Haci Yusuf Yilmaz berada di ketinggian 1.160 meter dari permukaan laut dan dapat diakses melalui jalur yang kini sudah lebih baik.

Jalannya direnovasi selama pembangunan masjid dan dikelilingi jalur pejalan kaki. Ia menjadi jalan setapak yang populer, terutama di kalangan wisatawan Arab yang tertarik pada wilayah Laut Hitam yang subur. Kunjungan ke sana telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Masjid yang terletak di Rize's Gneysu, kota kelahiran Presiden Recep Tayyip Erdogan, ini awalnya dibangun pada abad ke-19 sebagai masjid kayu sederhana. Ia kemudian digantikan oleh struktur beton.

Pemerintah setempat memutuskan menghidupkan kembali ketertarikan pada daerah itu dengan menanam lebih banyak pohon. Seiring waktu, rekonstruksi masjid pun masuk dalam rencana pengembangan wilayah dengan model sebuah masjid terkenal di distrik Istanbul.

Dibangun di atas lahan seluas 275 meter persegi, masjid ini memiliki kapasitas 200 orang. Dilansir di Daily Sabah, Senin (23/4), Imam masjid, Mstekim Karali, mengatakan, masjid sangat populer di kalangan pengunjung dari negara-negara Muslim, seperti Arab Saudi dan Malaysia.

"Turis Turki dan asing memilih berkendara ke daerah tersebut dan menghabiskan hari di tempat-tempat wisata di sekitar masjid," katanya.

Setiap waktu ada saja pelancong dari jauh yang menyambangi masjid. Karali mengatakan, pengurus masjid selalu menunggu dan menerima mereka yang terikat kepada masjid.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jembatan Rubuh di Italia, Puluhan Tewas

Rabu , 15 Agustus 2018, 23:34 WIB