Monday, 3 Zulqaidah 1439 / 16 July 2018

Monday, 3 Zulqaidah 1439 / 16 July 2018

Masjid Dibakar, Muslim di Berlin Shalat Jumat di Jalan

Sabtu 17 March 2018 15:05 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Umat Muslim di Distrik Reinickendorf, Berlin, Jerman, melaksanakan shalat Jumat di ruang terbuka di jalanan setelah masjid mereka dibakar, Jumat (16/3).

Umat Muslim di Distrik Reinickendorf, Berlin, Jerman, melaksanakan shalat Jumat di ruang terbuka di jalanan setelah masjid mereka dibakar, Jumat (16/3).

Foto: Anadolu Agency
27 masjid di Jerman telah ditargetkan dalam serangan tiga bulan terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Umat Muslim di Distrik Reinickendorf, Berlin, Jerman, melaksanakan shalat Jumat di ruang terbuka di jalanan setelah masjid mereka dibakar pada Ahad (11/3) lalu. Dilansir di Anadolu Agency, Sabtu (17/3), ratusan Muslim dari berbagai komunitas yang berbeda berkumpul melaksanakan shalat dan menyatakan solidaritas mereka terhadap Masjid Koca Sinan.

Masjid tersebut merupakan masjid milik organisasi Muslim Turki DITIB. Pendukung kelompok PKK telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan pembakaran tersebut. Mereka juga melakukan serangkaian serangan lainnya yang menargetkan tempat-tempat ibadah, institusi budaya dan toko-toko dalam beberapa pekan terakhir.

Meski dengan cuaca yang dingin dan turun salju, hampir ratusan umat Muslim melaksanakan shalat Jumat di tempat terbuka di luar masjid tersebut. Imam masjid, Bayram Turk mengatakan gelombang kekerasan baru-baru ini yang menargetkan tempat-tempat ibadah telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan komunitas Muslim.

Karena itu, dia mendesak otoritas Jerman meningkatkan keamanan di masjid-masjid dan institusi Muslim lainnya. Setidaknya 27 masjid di Jerman telah ditargetkan dalam serangan yang terjadi dalam tiga bulan terakhir. Hal itu setelah kelompok PYD/PKK mengancam melakukan tindakan kekerasan sebagai protes melawan operasi kontraterorisme Turki di barat laut Suriah.

Organisasi PKK telah dilarang di Jerman sejak 1993. Namun, kelompok itu masih aktif. Setidaknya 14 ribu pengikutnya masih ada di antara populasi imigran Kurdi di Jerman.

Terlepas dari PYD/PKK, kelompok sayap-kanan dan geng Neo-Nazi juga melaksanakan serangkaian serangan terhadap organisasi migran dan institusi Muslim. Tahun lalu, kementerian dalam negeri Jerman menyatakan sekitar 950 masyarakat Muslim dan institusi Muslim diserang. Setidaknya 33 Muslim terluka dalam serangan-serangan itu. Termasuk, pelecehan terhadap wanita Muslim yang mengenakan jilbab dan serangan terhadap masjid-masjid.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES