Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Islam Tiba di Tibet Sejak Zaman Umayyah

Rabu 14 Mar 2018 12:05 WIB

Red: Agung Sasongko

Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama bertemu tokoh-tokoh Muslim AS

Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama bertemu tokoh-tokoh Muslim AS

Foto: VOA
Khalifah Umar mengirimkan juru dakwah Islam ke Tibet.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Tibet adalah daerah dataran tinggi yang berada di timur laut Himalaya. Wilayah yang hari ini berada di bawah Pemerintahan Republik Rakyat Cina itu merupakan tanah air masyarakat Tibet serta beberapa kelompok etnis lainnya, seperti Monpas, Qiang, dan Lobus.

Di samping itu, daerah tersebut sekarang ini juga dihuni oleh sejumlah besar orang dari suku Han dan Hui. Yang menarik, Tibet diklaim sebagai negeri berpenghuni dengan lokasi tertinggi di bumi yang ketinggian rata-rata tanahnya mencapai 4.900 meter di atas permukaan laut (dpl).

Menurut sensus 2010, jumlah penduduk Tibet mencapai tiga juta jiwa. Mayoritas dari mereka adalah penganut agama Buddha. Kendati demikian, terdapat pula sejumlah kecil masyarakat Muslim yang mendiami negeri tersebut secara turun-temurun. Menurut satu laporan, jumlah mereka diperkirakan tidak kurang dari 23 ribu jiwa.

Beberapa catatan mengungkap, umat Islam telah tinggal di Tibet sejak abad kedelapan atau kesembilan Masehi silam. Ketika Umar bin Abdul Aziz memegang tampuk pemerintahan Dinasti Umayyah pada 717-720, para delegasi dari Tibet dan Cina pernah meminta sang khalifah untuk mengirim juru dakwah Islam ke negeri mereka. Pada waktu itu, Umar memenuhi permintaan tersebut dengan mengirimkan Salah bin Abdullah Hanafi ke Tibet.

Setelah runtuhnya Dinasti Umayyah di Damaskus, penguasa Abbasiyah di Baghdad tetap memelihara hubungan baik dengan negeri Tibet antara abad kedelapan dan kesembilan. Pada masa itu, tidak sedikit pula kaum Muslimin yang memutuskan untuk menetap di Tibet dan menikahi perempuan lokal.

Di beberapa kota di Tibet, terdapat komunitas kecil Muslim yang dikenal dengan sebutan Kache. Jika dilacak dari sejarah asal-usulnya, nenek moyang mereka berkemungkinan besar adalah kaum imigran yang datang dari tiga kawasan utama, yakni Kashmir (Kache Yul di Tibet kuno), Ladakh, dan negara-negara rumpun Turki di Asia Tengah.

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA