Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Malaysia Bantu Filipina Kembangkan Industri Halal

Selasa 13 Maret 2018 15:37 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Ani Nursalikah

Tanda halal

Tanda halal

Foto: bisnisukm.com
Malaysia mengekspor produk bersertifikasi halal ke Filipina.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Malaysia berkomitmen membantu Filipina mengembangkan pasar halal di negara tersebut. Dengan demikian, kedua negara menyerukan peningkatan kerja sama antarnegara-negara Asia Tenggara untuk mengembangkan industri yang melayani kaum Muslim.

"Kolaborasi antara Kuala Lumpur dan Manila berada dalam tahap awal, kata Menteri Perdagangan Malaysia Mustapa Mohamed dilansir di ABS CBN News, Selasa (13/3).

Menurut dia, salah satu langkah pertama yang bisa dilakukan, yakni memulai usaha bersama memproduksi gula dan kelapa dari perusahaan Filipina dan Malaysia. Selama ini, ia menjelaskan, Malaysia mengekspor produk bersertifikasi halal ke Filipina. Ia mengatakan, Malaysia melihat produk bersertifikasi halal memiliki banyak potensi.

Mustapa menyarankan apabila perusahaan Filipina ingin memperluas pasar halal, seharusnya tidak membatasi diri pada makanan saja. Sebab, industri halal juga mencakup bank, kosmetik, dan obat-obatan.

"Pasarnya besar dan kami ingin tumbuh. Inilah saatnya bagi kita, ASEAN untuk berkolaborasi," kata dia.

Ia menyebut Asia Tenggara adalah rumah bagi negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, salah satunya Indonesia. Asia Tenggara juga merupakan rumah bagi beberapa negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia, termasuk Filipina dan Vietnam.

Sekitar 80 persen dari 100 juta orang Filipina beragama katolik. Sementara Muslim di negara tersebut hanya menjadi minoritas.

Sebagai bagian dari upaya mengakhiri pertikaian keagamaan selama puluhan tahun di selatan, pemerintah telah meminta bantuan Malaysia menumbuhkan industri halal di Filipina. Sejumlah hari besar agama Islam telah dinyatakan sebagai hari libur nasional di Filipina.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES