Monday, 4 Syawwal 1439 / 18 June 2018

Monday, 4 Syawwal 1439 / 18 June 2018

Islam Masuk ke Brunei Melalui Jalur Perdagangan

Selasa 13 March 2018 11:01 WIB

Rep: Marniati/ Red: Agung Sasongko

Istana Nurul Iman Brunei Darussalam

Istana Nurul Iman Brunei Darussalam

Foto: Wikipedia
Perkembangan Islam semakin pesat di Brunei usai jatuhnya Malaka.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Islam mulai diperkenalkan di Brunei Darussalam pada 977 M melalui jalur timur Asia Tenggara oleh pedagang-pedagang dari negeri Cina.

Mengutip Ensiklopedi Islam, Islam menjadi agama resmi negara semenjak Raja Awang Alak Betatar masuk Islam dan berganti nama menjadi Muhammad Shah (1406-1408).

Perkembangan Islam semakin maju setelah pusat penyebaran dan kebudayaan Islam, Malaka, jatuh ke tangan Portugis (1511) sehingga banyak ahli agama Islam pindah ke Brunei.

Kemajuan dan perkembangan Islam semakin nyata pada masa pemerintahan Sultan Bolkiah (sultan ke-5) yang wilayahnya meliputi Suluk, Selandung, seluruh Pulau Kalimantan (Borneo), Kepulauan Sulu, Kepulauan Balabac, Pulau Banggi, Pulau Balambangan, Matanani, dan utara Pulau Palawan sampai ke Manila.

Pada masa Sultan Hassan (sultan ke-9), dilakukan beberapa hal yang menyangkut tata pemerintahan. Yakni, menyusun institusi- institusi pemerintahan agama karena agama memainkan peranan penting dalam memandu negara Brunei ke arah kesejahteraan.

Menyusun adat istiadat yang dipakai dalam semua upacara, baik suka maupun duka, di samping menciptakan atribut kebesaran dan perhiasan raja. Dan, menguatkan undang-undang Islam, yaitu Hukum Qanun yang mengan dung 46 pasal dan enam bagian.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES