Monday, 4 Syawwal 1439 / 18 June 2018

Monday, 4 Syawwal 1439 / 18 June 2018

Langkah Sang Sultan Benahi Brunei Usai Kemerdekaan

Selasa 13 March 2018 10:56 WIB

Rep: Marniati/ Red: Agung Sasongko

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Foto: trekearth.com
Sultan menjadikan Islam benar-benar berfungsi sebagai pandangan hidup rakyat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Brunei merdeka sebagai negara Islam di bawah pimpinan sultan ke-29, yaitu Sultan Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah. Gelar Mu'izzaddin Waddaulah (Penata Agama dan Negara) menunjukkan ciri keislaman yang selalu melekat pada setiap raja yang memerintah.

Sultan telah melakukan usaha penyempurnaan pemerintahan, antara lain, dengan membentuk Majelis Agama Islam atas dasar Undang-undang Agama dan Mahkamah Kadi 1955. Majelis ini bertugas menasihati sultan dalam masalah agama Islam.

Langkah lain yang dtempuh sultan adalah menjadikan Islam benar-benar berfungsi sebagai pandangan-pandangan hidup rakyat Brunei dan satu-satunya ideologi negara.

Demi memperkuat ideologi tersebut, dibentuk jabatan Hal Ehwal Agama yang tugasnya menyebarluaskan paham Islam, baik kepada pemerintah beserta aparatnya maupun kepada masyarakat luas.

Tidak hanya itu, pada 16 September 1985, pemerintah mendirikan Pusat Dakwah yang memiliki tugas riset dan studi Islam serta pelatihan pegawai-pegawai agama serta masyarakat luas dan pusat pameran perkembangan dunia Islam. Di kancah global, Brunei aktif dalam berbagai organisasi internasional, antara lain, PBB, ASEAN, dan Organisasi Kerja Sama Islam.

Industri halal Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Islam dan menjadikan agama ini sebagai ideologi negara, Brunei mulai mengembangkan industri pasar halal. Pengembangan produk halal ini bekerja sama dengan Korea Selatan.

Perusahaan Brunei, Ghanim International Corporation Sdn Bhd, telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan Korea, Quantum Emas. Nantinya produk Ghanim International Corporation akan dipasarkan di toko-toko Korea Selatan.

Ghanim International Corporation adalah perusahaan milik Brunei Darussalam yang berkembang dan mempromosikan produk makanan halal berkualitas tinggi dengan merek bruneihalalfoods dengan basis produksi dan penyalur yang tepercaya di seluruh dunia.

Sementara itu, Quantum Emas yang berlokasi di Korea Selatan akan memproduksi makanan, memasarkan, dan menjalankan perniagaan makanan halal ke pengecer di seluruh Asia dan Timur Tengah.

Quantum Emas Korea telah mengidentifikasi 30 produk bruneihalalfoods dalam berbagai kategori untuk diimpor ke Korea dan melalui berbagai gerai ritel.

Dengan adanya kerja sama ini diharapkan kedua negara dapat mengintegrasikan keunggulan kompetitif kedua pihak untuk pengembangan bisnis internasional.

Ini akan membuka kesempatan bagi bisnis lokal Bunei dan UKM memasuki keuntungan dari ekspor produk mereka melalui Ghanim International Corporation, ujar Chief Executive Officer Ghanim International Corporation Dr Nur Rahman, seperti dilansir borneobulletin. com.bn.

Dia juga menambahkan, kerja sama ini menunjukkan hubungan yang kuat antara Brunei dan Korea Selatan dan membuka peluang perluasan kerja sama lebih lanjut di kawasan.

Dia mencatat bahwa Quantum Emas Korea sangat berpengalaman dalam upaya pemasaran dan perdagangan serta memiliki sumber daya dan peluang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES