Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

FPO Tarik Pernyataan tentang Pemuda Muslim Austria

Ahad 18 February 2018 13:50 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agus Yulianto

Muslim Austria di Wina demo menentang RUU yang membatasi kaum Muslim Austria (Ilustrasi)

Muslim Austria di Wina demo menentang RUU yang membatasi kaum Muslim Austria (Ilustrasi)

Foto: Anadolu Agency
Dugaan kedekatan dengan Islam politik dan Ikhwanul Muslimin sengaja disebarkan.

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Partai Kebebasan sayap kanan Austria (FPO) akan membayar kompensasi kepada organisasi Pemuda Muslim Austria (MJO), lantaran mereka gagal membuktikan di pengadilan akan tuduhan mereka terhadap MJO sebagai organisasi Islam. FPO memasuki pemerintahan pada Desember 2017 lalu.

Juni tahun lalu, Ketua FPO Heinz-Christian Strache mengatakan dalam sebuah konferensi pers, bahwa ada banyak indikasi jika MJO mempelopori ideologi Islam dan merupakan bagian dari jaringan bersarang, di mana politik Islam dibentuk. Tuduhan ini juga dipublikasikan di situs FPO.

Namun demikian, MJO membantah tuduhan tersebut dan mengajukan tuntutan hukum terhadap Strache, FPO dan Freedom Parliamentary Club. Dalam persidangan di depan Pengadilan Niaga Wina, para terdakwa tidak dapat membuktikan bahwa tuduhan mereka benar adanya.

Sebagai bagian dari penyelesaian, mereka menawarkan kompensasi kepada MJO dan mencabut pernyataan mereka. Dalam siaran persnya, MJO mengatakan, pernyataan tentang dugaan kedekatan dengan Islam politik dan Ikhwanul Muslimin, yang sengaja disebarkan oleh individu yang sama, tidak memiliki dasar apapun.

"Pemuda Muslim Austria akan terus mempertahankan diri dari tuduhan palsu dan fitnah yang berusaha mendiskreditkan pekerjaan sukarela mereka selama puluhan tahun untuk melayani masyarakat," demikian pernyataan MJO, dilansir dari Aljazeera, Ahad (18/2).

Sementara itu, MJO berencana untuk menyumbangkan kompensasi tersebut kepada organisasi Austria yang memerangi rasisme, Islamofobia dan anti-Semitisme. FPO telah melabeli dirinya sebagai sebuah 'pembela tradisi' di Austria. Sedangkan Strache, pemimpin anti-imigrasi FPO, telah membuat banyak pernyataan Islamofobia sebelumnya.

FPO mengendalikan kementerian luar negeri, dalam negeri dan pertahanan Austria. Austria adalah satu-satunya negara di Eropa Barat yang memiliki pemerintahan sayap kanan, sejak Kanselir Sebastian Kurz dari Partai Rakyat kanan tengah (OVP) membentuk sebuah pemerintahan koalisi dengan FPO pada Desember lalu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Seniman Sunda Pukau Warga Inggris

Selasa , 19 June 2018, 22:55 WIB